Dipicu Dendam Lama Penyebab Penyerangan Berujung Pembacokan di Baamang Kapolsek Baamang : Keduanya Sama-Sama Salah dan Bisa Dikenakan Pidana

SAMPIT, KaltengEkspres.com Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Baamang terus mendalami dengan melakukan penyelidikan terhadap kasus penyerangan yang berujung pada pembacokan, antara M Rosid dan M Gazali Rahmanor alias Nonor di Jalan Sukabumi Gang Fitrah RT 9 Kelurahan Baamang Kecamatan Baamang Kabupaten Kotim, Minggu (17/12/2017) lalu.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Baamang Agus Tri ketika dikonfirmasi Kalteng Ekspres.com Senin (18/12/2017). Menurut Agus Tri, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Dengan memintai keterangan korban dan pelaku kemudian saksi yang akan disesuaikan dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

“Dalam kasus ini keduanya bisa di katakan sama-sama salah. Baik korban yang saat itu melakukan penyerangan ke rumah pelaku kemudian melakukan pengrusakan dengan melempari rumah pelaku dengan batu hingga kaca jendala pecah. Itu bisa dikenakan pidana. Demikian juga pelaku bisa di kenakan pasal penganiayaan berat (Anirat) karena melakukan pembacokan,”ujar Kapolsek. 

Menurut dia, dalam melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, pihaknya hanya menunggu korban pulih untuk dimintai keterangan. Sementara itu untuk pelaku yakni Nonor beserta barang bukti (barbuk) senjata tajam (sajam) parang masih diamankan di Mapolsek Baamang untuk penyelidikan lebih lajut.

Terpisah korban pembacokan M Rosid ketika dimintai keterangan mengatakan, penyebab ia melakukan penyerangan ke rumah pelaku Nonor itu lantaran dipicu dendam lama ia terhadap pelaku.  Lantaran pelaku ini disebutnya pernah mengeroyok ia pada acara perkawinan warga di daerah setempat kejadiannya sekitar satu bulan lalu. 

“Karena dendam lama itu lah saya menyerang rumah Nonor dalam keadaan mabuk. Saat itu saya hanya membawa batu dan melempari rumah Nonor hingga kaca rumahnya pecah. Hal tersebut mungkin pengaruh dari Miras itu. Sehingga amarah saya langsung naik karena dipicu dendam lama saya sama pelaku yang pernah mengeroyok saya sekitaran sebulan lalu” ujar Rosid Kepada Kalteng ekspres.com Senin (18/12/2017), saat dimintai keterangan diruang Seroja 1A  RSUD Murjani Sampit.

Baca Juga :  Pejabat di Kapuas Dijemput Polisi, Ada Apa?

Rosid menerangkan, seusai melempari rumah pelaku dengan batu pada Minggu dini hari itu, ia langsung pulang kerumah. Namun saat berada dirumahnya kemudian sesaat keluar dari rumah ia telah ditebas pelaku.

Sementara itu menurut Lida kaka kandung Rosid, sebelum kejadian pembacokan tersebut sepupunya bernama Alfi mendatangi dirinya dalam hal memberitahukan rosid mengamuk di rumah Nonor. Pada saat itu dirinya bergegas bersama-sama dengan Alfi  mendatangi kelokasi dan bertemu dengan kakak kandung Nonor bernama Apin. Saat itu kaka kandungnya Nonor ini berucap bahwa Rosid dicari Nonor.

“Ya sebelum kejadian saya mencari Rosid oleh Alfi sepupu saya bilang bahwa Rosid mabuk dan mengamuk didepan rumah Nonor dan melempari rumahnya dengan batu akhirnya saya kelokasi di sana saya bertemu abang nya Nonor, yang mengatakan Rosid di cari oleh Nonor dan mau di cincang,”ujarnya.

Setelah itu lanjut dia, dirinya bersama Alfi pulang kerumah dan di rumah sudah ada Rosid. Setelah itu ia memarahi Rosid, dan melarang untuk keluar rumah. Namun ternyata Rosid malah keluar saat itu dengan hanya menggunakan handuk.

“Tidak berapa lama Rosid keluar dari rumah langsung di serang empat kali tebasam parang. Usai di bacok Rosid berlari kerumah dan saya terkejut di badannya banyak luka-luka dan berdarah hingga ia pingsan dan tidak sadarkan diri. Saya pun berteriak minta tolong tetangga untuk membawa Rosid ke rumah sakit,”ungkapnya saat memberikan keterangan terkait kejadian yang diketahuinya di RSUD Murjani Sampit. (18/12/2017). (MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here