Bawa 58 Gram Sabu, Kurir Ini Dibekuk Polres Lamandau, Sempat Bersandiwara Terkena Asma

NANGA BULIK, KaltengEkspres.com – Rezikul Herman (27) terpaksa harus meringkuk diruang tahanan Mapolres Lamandau. Pria asal Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) ini tak berkutik ketika dibekuk anggota Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Lamandau, karena kedapatan membawa narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) jenis sabu seberat 58, 44 gram (setengah ons lebih) saat mengendarai mobil di ruas trans Kalimantan  KM 12, Rabu (13/12/2017).

Kapolres Lamandau Andika K Wiratama saat memperlihatkan barbuk Narkoba jenis sabu yang diamankan dari tersangka.

Lucunya, pada saat dibekuk anggota Satres Narkoba Polres Lamandau, pria ini sempat mengaku terkena penyakit asma. Bahkan sempat dibawa ke RSUD Lamandau, namun saat diperiksa petugas medis ternyata tidak ada penyakit yang dideritanya.

Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama mengatakan, penangkapan terhadap tersangka ini berawal saat anggota Satres Narkoba Polres Lamandau mencurigai sebuah mobil Mitsubishi Mirage Nopol dA 7252 KF yang terparkir dipinggir ruas jalan trans Kalimantan KM 12 di daerah Kabupaten Lamandau sekitar pukul 02.15 Wib. Anggota kemudian mendatangi mobil tersebut, dan diketahui saat itu pelaku sedang berada di dalam mobil sendirian dengan gelegat yang mencurigakan.

“Saat digeledah anggota di dalam mobilnya, mendadak tersangka ini mengaku terserang asma, saat itu juga ia dibawa RSUD Lamandau untuk diobati. Kemudian setelah diobati diketahui penyakit tidak ada,  tersangka lalu di bawa ke Mapolres Lamandau untuk dilakukan penggeledan dan pemeriksaan,”ujar Andika K Wiratama saat menggelar press release di Mapolres Lamandau Kamis (14/12/2017).

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjut Kapolres, anggota akhirnya menemukan barang bukti (barbuk) narkoba jenis sabu seberat 58,44 gram dan pil ektasi sebanyak 19 butir, serta pil happy five sebanyak 2 keping masing-masing berisi 10 butir.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Lamandau AKP Ganda B Napitupulu menjelaskan, dari pengakuan tersangka barang tersebut diambil serta dibeli dari salah seorang di Kalimantan Barat (Kalbar) dengan harga totalnya sebesar Rp. 32 juta 500 ribu. Rencananya kata dia, barang haram tersebut akan dibawa dan diantar ke pemesan di Kota Banjarmasin Kalsel.

Baca Juga :  Cegah Sejak Dini, Kasatnarkoba Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Murid SD

“Pengakuan tersangka ia menerima upah sebesar Rp 5 juta dalam sekali antar barang haram tersebut,”ungkap Ganda.

Dijelaskannya, jika diuangkan  dari 58,44 Gram sabu, 19 butir Inex, serta 20 butir Happy Five tersebut bisa bernilai kurang lebih Rp.120 Juta. Kemudian akibat perbuatannya ini tersangka dijerat dengan pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI  No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda Rp 1 miliar. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here