Home / Lamandau

Kamis, 30 November 2017 - 16:23 WIB

Tersandung Kasus Dugaan Korupsi ADD dan DD, Direktur CV Inuhan Permai dan Kades Kina Ditetapkan Tersangka

NANGA BULIK, Kaltengekspres.com – Kepala Desa (Kades) Kina Kecamatan Batang Kawa Kabupaten Lamandau berinisial FRA dan Direktur CV Inuhan Permai berinisial AP, resmi ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Kabupaten Lamandau tahun 2017, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamandau pada Rabu (29/11/2017). Usai ditetapkan tersangka pada Kamis (30/11/2017), keduanya kini telah ditahan oleh Kejari Lamandau.

Kasi Intelijen Kejari Lamandau Rindaya Situmpol ketika dikonfirmasi membenarkan penetapan dan penahanan terhadap keduanya ini. Menurut dia, penahan terhadap keduanya baru saja dilakukan. Keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan karena tersandung kasus dugaan korupsi ADD dan DD Kina Tahun 2017 ini.

Baca Juga :  Ratusan PNS dan Honorer di Lamandau Ikuti Test HIV/AIDS

Sementara Kasi Pidsus Kejari Lamandau Bayu Probos menjelaskan, kedua tersangka ditahan karena dicurigai melakukan tindak pidana yang menimbulkan kerugian negara dalam proyek pembagunan dapur mess desa, pembagunan perpustakaan desa, serta pembangunan jaringan air bersih.

“Dari ketiga item dengan total pagu keseluruhan sebesar Rp 1,3 miliar tersebut terjadi kejanggalan, diantaranya proyek pembagunan jaringan air bersih diketahui sudah ada dana kurang lebih sekitar Rp 236 juta yang dicairkan untuk termin pertama. Sedangkan kontraknya belum ada sama sekali,”ujarnya kepada Kalteng Ekspres.com Kamis (30/11/2017).

Baca Juga :  Partai Nasdem Daftar Kepesertaan Pemilu ke KPU Seruyan

Begitu juga lanjut dia, untuk pembagunan perpustakaan desa, sudah dicairkan dana untuk termin pertama kurang lebih sebesar Rp 128 juta, dengan masa akhir kontrak tanggal 2 November 2017. Namun kenyataannya baru dikerjakan pada tanggal 10 November 2017. Bahkan tiang-tiang kerangka bagunannya baru saja berdiri.

“Akibat perbuatannya ini, keduanya kita jerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tipikor atau pasal 3 Undang-Undang Tipikor, dan saat ini keduanya sudah kita titipan ke Lapas Klas IIB Pangkalan Bun” ungkap Bayu. (dri)

Share :

Baca Juga

Lamandau

Ini Daftar Penumpang Tewas dan Terluka Laka Bus Yesoe

Lamandau

Terciduk Beroperasi, 5 PSK Diganjar Denda Rp 100-200 Ribu

Lamandau

Bawaslu Lamandau Gelar Rakor Pengawasan Pilkada 

Lamandau

Sembilan Poktan Lamandau Terima Alsintan dan UPPO dari Pemerintah Pusat

Lamandau

Wabup Serahkan DPA dan DIPA Lamandau

Lamandau

Puluhan Personel Polres Lamandau Rapid Test Massal

Lamandau

Cegah Covid, TNI-Polri Kompak Sosialisasi New Normal di Pasar Nanga Bulik

Lamandau

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Ini Jawaban Kadis PU