Delapan Bulan Bersembunyi, Dua DPO Kasus Pencabulan ABG Ini Dibekuk Polisi

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Berakhir sudah pelarian Supri Nofiyanto alias Alex (22) dan Syafrudin alias Udin (22). Kedua pelaku tindak pidana asusila ini dibekuk anggota Polisi Sektor (Polsek) Pangkalan Lada, pada Rabu (8/11/2017), setelah delapan bulan lamanya melarikandiri alias menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polsek setempat.

Akibat ulahnya ini, kedua pelaku terpaksa harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Pangkalan Lada untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, perbuatan asusila ini dilakukan kedua tersangka pada 19 Februari 2017 lalu. Korbannya seorang anak baru gede (ABG) sebut saja Bunga (13) nama samaran yang masih duduk dibangku SMP. 

Kejadiannya bermula saat Bunga pulang dari menjenguk teman sekolah  pada Minggu (19/2) lalu, sekitar pukul 14.00 di Desa Mekarti Jaya Kecamatan Pangkalan Lada. Saat itu korban pulang sendirian kemudian di jalan bertemu kedua pelaku ini. Ketika bertemu ini, kedua tersangka mengajak korban jalan-jalan.

Sesampainya di SD Mekarti Jaya ke dua pelaku ini memaksa korban meminum obat Komix yang ditaruh kebotol air mineral. Oleh korban saat itu air diminum langsung sampai habis. Setelah selesai menimun air tersebut, korban kemudian diajak ke sebuah gubuk yang berada ditempat sepi oleh kedua pelaku. Dilokasi ini lah, korban disetubuhi secara bergiliran oleh kedua tersangka.

Setelah melakukan perbuatan tersebut kedua tersangka langsung melarikandiri hingga akhirnya dibekuk pada Rabu (8/11/2017) sekitar pukul 12.30 Wib.

Wakapolres Kobar Kompol Dhovan Oktavian ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurut dia, penangkapan terhadap pelaku ini tergolong lamban, karena kadua pelaku ini sempat melarikandiri dan bersembunyi. Sehingga anggota Polsek setempat kesulitan melacak keberadaannya.

“Anggota berhasil mengetahui keberadaan pelaku ini, karena mendapat informasi dari masyarakat jika tersangka Supri Nofiyanto ini bekerja di kebun karet milik PT PIR. Mengetahui informasi ini, anggota langsung bergerak cepat meringkus pelaku yang saat itu pulang dari bekerja,”ujar Dhovan Rabu (8/11).

Dari nyanyian tersangka Supri ini lanjut dia, diketahui tersangka lainya yang terlibat yakni Udin. Saat itu juga anggota Polsek Pangkalan Lada langsung berangkat meringkus Udin yang saat itu berada di Mes Kamp PT MMS di Desa Suayap.

“Kedua tersangka ini dikenakan pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Th 2002. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Dhovan. (hm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here