Sebelum Tewas, Nurfitri Diduga Dianiaya Berat Usai Pulang dari THM

SAMPIT, Kaltengekspres.com – Penemuan mayat Nurfitri yang tergeletak disemak-semak di pinggir ruas Jalan Pramuka Sabtu (14/10/2017) pagi, kini diselidiki anggota Polisi Resort (Polres) Kotim.

Diduga kuat korban ini sebelum tewas dianiaya berat (anirat), sehingga akhirnya tergeletak meregang nyawa disemak-semak. Pasalnya dari hasil visum petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, ditemukan luka memar bekas pukulan benda tumpul dimuka dan kepala korban.

Untuk mengungkap motif kematian korban ini, anggota Satuan Reskrim Polres Kotim telah memanggil sejumlah saksi yang terakhir bersama korban saat itu, termasuk keluarga korban untuk dimintai keterangan.

Kasatreskrim Polres Kotim AKP Samsul Bahri ketika dikonfirmasi mengatakan, dalam mengungkap kasus ini pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dilokasi ditemukannya mayat korban. Kemudian mengevakuasi korban ke RSUD dr Murjani Sampit untuk divisum.

“Hasil visum petugas RSUD dr Murjani, di temukan memar bekas pukulan benda tumpul dan diduga kuat korban pembunuhan,”ujar Samsul Bahri kepada sejumlah awak media Sabtu (14/10/2017).

Menurut Samsul Bahri, dari hasil penyelidikan sementara pihaknya, sebelum korban ditemukan tewas dilokasi penemuan mayat pagi tadi. Malamnya, korban ini habis pulang dari salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Sampit.

“Entah seperti apa kronologisnya ia bisa tewas seusai pulang dari THM itu, masih kita selidiki dan dalami,”paparnya.

Sementara dalam menangani kasus ini pihak kepolisian setempat sudah berkordinasi dengan petugas uji forensik Palangka Raya. Rencananya jika tidak ada kendala sore ini sudah berada di Sampit untuk melakukan otopsi terhadap jenazah korban. (MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here