Astaga!! Tengkorak di Aruta Ini, Wanita Muda Diduga Korban Pembunuhan

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Anggota Polisi Sektor (Polsek) Arut Utara (Aruta), terus bekerja keras mengungkap penyebab kematian atas penemuan tengkorak kepala manusia beserta tulang-belulangnya di pinggiran sungai Desa Penyombaan Kecamatan Aruta, Senin (4/9) lalu. Bahkan, saat ini anggota Polsek setempat telah menggali keterangan saksi dan alat bukti terkait kematian korban tersebut.
Sementara itu hasil identifikasi dan visum dokter forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, diketahui tengkorak yang ditemukan tersebut berjenis kelamin perempuan muda, dan diduga kuat korban pembunuhan, karena ditemukan bekas luka pukulan benda tumpul di batok tengkorak kepala korban.

Wakapolres Kobar Kompol Dhovan Oktavian mengatakan, sampai saat ini anggota Polsek Aruta telah memanggil sejumlah saksi yang diduga kuat mengenali dan terakhir bersama korban.

“Saat ini anggota penyidik sudah memanggil empat orang saksi untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Sejauh ini masih belum ada menetapkan tersangka,”ujar Wakapolres yang akrab disapa Dhovan ini Rabu (6/9).

Sementara itu keterangan Dokter Forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Dr Erianto M, Ked (For) Sp.F mengatakan, hasil visum pihaknya, kerangka tengkorak tersebut positif kerangka manusia yang sudah tidak utuh hanya berjumlah 38 tulang.

“Usia tulang ini diperkirakan lamanya sekitar dibawah 3 bulan. Jika diliat dari struktur anatomi tengkorak, usianya sekitar 18-25 tahun jenis kelamin perempuan,”ungkap Erianto.

Erianto menjelaskan, saat diliat dari tulang yang ditemukan itu ditemukan ada retakan pada tengkorak dibagian kepala berupa luka bekas pukulan dan benturan benda tumpul di sebelah kiri dan kanan.

Sedangan sumber yang dihimpun di lapangan. Salah seorang warga Desa Arga Mulya Kecamatan Pangkalan Banteng mengaku telah kehilangan anaknya seorang bidan,  bertugas di Pustu Desa Penyombaan bernama Dini Prestiyani. Anaknya ini terakhir menghilang pada pertengahan Juli lalu, sampai saai ini belum ditemukan. Informasi ini telah dikoordinasikan dengan Polsek Aruta, untuk dicocokan DNAnya dengan korban. (hm)

Berita Terkait