



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengungkapkan hingga saat ini di Kota Palangka Raya tidak ditemukan kasus malaria indigenous alias nihil.
” Sejauh ini belum ada kasus malaria tersebut. Yang ada kasus malaria biasa, namun bukan berasal dari Kota Palangka Raya. Melainkan pasien yang tertular dari daerah lain, namun berobat disini,”ungkapnya, Senin (18/10/2021).
Menurut Andjar, Kota Palangka Raya telah menerima sertifikat Eliminasi Malaria pada tahun 2018. Eliminasi malaria adalah upaya untuk menghentikan penularan malaria atau indigenous.
Sertifikat eliminasi malaria diberikan kepada daerah yang mampu membuktikan tidak ada penularan setempat selama tiga tahun berturut-turut. Hal itu, juga dibuktikan dengan kartu penderita malaria.
“Boleh ada kasus malaria ditemukan namun dalam kartu penderita dapat dibuktikan kalau penyakit tersebut adalah tertular dari daerah lain. Sejak tahun 2018 sampai sekarang memang belum ditemukan adanya kasus malaria indigenous,” ujarnya.
Kendati demikian, ia tetap mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit malaria.Yakni dengan terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. (as/hm)