Haji Denny Lakukan Safari Kunjungan di Kabupaten Tala

Tanah Laut,KaltengEkspres.com – Cagub Kalsel H Denny Indrayana tanpa lelah terus melakukan safari kunjungan silaturahmi dan memenuhi undangan para relawan atau pendukungnya yang ada diberbagai pelosok. Kegiatan tersebut sangat padat dan dalam sehari bisa mencapai 5-10 titik.

Jadwal padat berangkat subuh pulang tengah malam sudah biasa dilakukan tokoh yang terkenal sebagai pakar hukum tata negara ini demi mendengar aspirasi rakyat dan tatap muka dengan para relawan/pendukungnya untuk membawa Kalsel berhijrah.

Jadwal padat yang menguras energi inilah yang Dia sampaikan pada awak media untuk menepis tuduhan segelintir orang atau kampanye negatif lawan politiknya yang menuduh Haji Denny sebagai cagub bayangan atau tidak serius.

“Bagi yang menuduh saya sebagai cagub bayangan,coba ikut sehari saja perjalanan saya mengunjugi masyarakat atau relawan di berbagai tempat,” ujar Haji Denny pada awak media beberapa hari lalu.

Seperti pada Jumat(22/8/2020) Haji Denny dan rombongan kecil melakukan safari silaturahmi ke daerah kabupaten Tanah Laut. Ada beberapa tempat yang disinggahi menemui tokoh masyarakat dan relawan.

Adapun tempat yang kunjungi adalah : 1. Ziarah ke makam KH Nawawi di Desa Karang Jawa, 2. Ziarah habib Muhammad bin Abdullah bin Hadun di Batu Tungku, 3.Ziarah makam Pulau Datu Pamulutan Batakan, 4. Silaturahmi dengan masyarakat dan tokoh-tokoh agama desa Kuala Tambangan, 5.Silaturahmi dengan masyarakatnya dan tokoh-tokoh agama Desa Sumber Makmur, 6. Silaturahmi dengan masyarakat dan tokoh agama Desa Gunung Makmur.

Dalam setiap kunjungan silaturahmi itu selalu terjadi diskusi dengan santai dan penuh keakraban, dengan banyaknya masukan atau saran dari masyarakat atau pendukungnya.

Banyak hal yang disampaikan oleh Haji Denny pada masyarakat, diantaranya Dia menyampaikan kenapa maju sebagai cagub Kalsel, itu karena panggilan jiwa untuk memberikan sumbangsih pada daerah kelahirannya Kalsel. Daerah yang menurutnya kaya sumber daya alamnya namun rakyat Kalsel belum sejahtera karena justru kekayaan alam Kalsel yang melimpah itu menjadi sumber bencana seperti banjir jika musim hujan karena tata kelola pertambangan dan kelestarian alam tidak terlaksana dengan baik.(yan/rif).

Berita Terkait