



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Jajaran Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar kunjungan kerja ke wikayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, guna meninjau sejumlah infrastruktur di dua Kabupaten tersebut.
Berdasarkan hasil kunjungan kerja tersebut, kondisi sejumlah jalan dan jembatan yang ada di Kabupaten Kotim dan Seruyan mengalami kerusakan. Meskipun kerusakan jalan dan jembatan tersebut belum masuk dalam kategori rusak parah. Namun apabila dibiarkan, hal tersebut dapat berakibat buruk ke depannya.
Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, H. Maruadi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (17/8/2020).
“Ketika kami ke sana, melihat langsung kondisi jembatan yang ada di Seruyan, itu sebenarnya bukannya hancur atau rusak bangunannya, akan tetapi tanah di sekitar jembatan itu yang mengalami abrasi atau penggerusan tanah akibat terkikis aliran air. Jembatan itu sendiri masih bagus kondisinya, namun siring-siring di sekitarnya yang sudah banyak hancur dan kalau ini dibiarkan maka bisa-bisa akan merobohkan jembatan itu,” kata H. Maruadi.
Lebih lanjut dikatakan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses untuk menuju Kabupaten Seruyan, maka pihaknya bersama dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui instansi terkait, akan membahas tentang penanganan masalah tersebut.
“Mereka memang mengharapkan kepada pemerintah provinsi (Pemprov) untuk dapat segera memperbaiki jembatan tersebut dan juga supaya anggaran perbaikan jalan bisa segera disetujui oleh kami di Dewan,” ucapnya.
Selain itu, kondisi jalan di lingkar luar Sampit, Kabupaten Kotim yang menuju langsung ke Seruyan, sebagian besar telah rusak yang cukup parah, namun masih bisa dilalui. Hanya saja jika penanganannya terlambat maka akan berimbas pada sektor-sektor lainnya.
“Ya pemkab Kotim mengharapkan adanya perbaikan jalan tersebut kepada pemprov Kalteng. Memang sebenarnya anggarannya itu sudah kita plot kan untuk perbaikan jalan tersebut, namun karena ada Covid-19 ini maka anggaran itu dialihkan untuk penanganan pandemi. Untuk itu, kami akan segera mengajukan kembali anggaran perbaikan jalan tersebut kepada pemprov,” pungkasnya. (Ra)