ODP Diperkirakan Meningkat Capai 2000 Orang

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, Selasa (24/3) malam.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran menggelar Rapat Terbatas (Ratas) Video Conference dengan Bupati/Walikota se-Kalteng, Selasa (24/3) malam.

Pada ratas tersebut disampaikan berdasarkan perkiraan Dinas Kesehatan se-Kalteng, Orang Dengan Pemantauan (ODP) di Kalteng diperkirakan bertambah menjadi 2000 orang hingga akhir bulan Juni mendatang.

“Jika penanganan tidak tepat maka tidak menutup kemungkinan lonjakan angka ODP akan meningkat, maka dari itu hal ini perlu disiapkan secara matang termasuk sarana dan prasarananya, nanti kita bicarakan,” kata Gubernur kepada awak media.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sugianto menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan Kabupaten/Kota se-Kalteng dalam penanganan Covid-19, antara lain Pemerintah Kabupaten/Kota diminta mempersiapkan RS Rujukan sesuai dengan standar pelayanan dan SOP penanganan Covid-19.

Saat ini di Kalteng sendiri ada 4 (empat) RS Rujukan Covid-19 yakni RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, RSUD dr. Murjani Sampit, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dan RSUD Muara Teweh.

Selain RS yang telah ditetapkan sebagai RS Rujukan tersebut, seluruh RS di Kalteng ditetapkan sebagai RS Transit Covid-19, sehingga wajib mempersiapkan standar pelayanan dan SOP pelayanan Covid-19.

Kota Palangka Raya sendiri sudah ditetapkan masuk Zona Merah setelah diketahui adanya 3 orang yang terinfeksi Covid-19. Ketiga orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut berasal dari Kota Palangka Raya dan saat ini dirawat di RSUD Doris Sylvanus, terdiri dari 1 orang berusia 55 tahun, 1 orang berusia 20 tahun, dan 1 orang berusia 12 tahun.

“Sementara itu saat ini ada 7 Kabupaten sudah tanda kuning, yaitu Kabupaten Lamandau, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Kobar, Kabupaten Seruyan, Babupaten Katingan, Kabupaten Barut, dan Kabupaten Barsel,” tandasnya. (via)

Berita Terkait