Rimbawan Minta Sungai Hantasan Mangkatip Segera Didalamkan, Akses Kebun Warga Jadi Perhatian

Oplus_131072

Foto: Anggota DPRD Barsel, Muhammad Ridwan

BUNTOK, Kalteng Ekspres.com – Pendangkalan Sungai Hantasan di wilayah Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menjadi perhatian Anggota DPRD Barsel, Muhammad Ridwan. Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pendalaman sungai tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa H Rimbawan ini, kondisi sungai yang semakin dangkal berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, terutama warga yang setiap hari mengandalkan jalur sungai untuk menuju kebun rotan dan karet.

Ia menjelaskan, Sungai Hantasan memiliki peran strategis sebagai jalur transportasi masyarakat yang menghubungkan sejumlah kawasan, termasuk menuju Mahajandau dan Sungai Jaya Bakota.

“Di sepanjang kawasan itu banyak kebun rotan dan karet milik masyarakat Mangkatip maupun desa sekitarnya. Kalau akses sungainya terganggu akibat pendangkalan, tentu aktivitas ekonomi warga ikut terdampak,” ujarnya kepada awak media, Minggu (8/11/2026).

Politisi Partai Gerindra Barsel tersebut mengapresiasi pemerintah daerah yang sebelumnya telah mengalokasikan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pendalaman Sungai Hantasan Limudin.

Namun, ia berharap perhatian serupa juga diberikan terhadap Sungai Hantasan Mangkatip sehingga persoalan akses transportasi masyarakat dapat ditangani secara menyeluruh.

Menurutnya, kebutuhan pendalaman sungai semakin mendesak ketika wilayah Barsel menghadapi musim kemarau ekstrem. Saat debit air menyusut, masyarakat semakin kesulitan melintasi jalur sungai untuk menjangkau kawasan perkebunan.

Persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut kelancaran transportasi, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan mata pencaharian warga yang bergantung pada hasil rotan dan getah karet.

Bahkan, H Rimbawan menilai kondisi akses yang sulit dapat memperbesar risiko ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga yang hendak menuju lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman secara mandiri bisa terkendala karena jalur sungai tidak lagi mudah dilalui.

“Jangan sampai ketika terjadi kebakaran lahan, masyarakat justru kesulitan menjangkau lokasi karena akses sungainya dangkal. Padahal, kecepatan penanganan sangat penting agar api tidak semakin meluas,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan pendalaman Sungai Hantasan Mangkatip sebagai salah satu kebutuhan prioritas masyarakat.

Dengan akses sungai yang lebih baik, aktivitas ekonomi warga diharapkan tetap berjalan, sekaligus memudahkan masyarakat melakukan langkah antisipasi dan penanganan dini apabila terjadi kebakaran lahan.

“Ini bukan hanya soal pendalaman sungai, tetapi juga menyangkut akses ekonomi dan keselamatan masyarakat. Karena itu, kami berharap usulan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (rif).

Berita Terkait
<