Narkoba Mulai Mengancam Usia Muda, Nurul Hikmah Ingatkan Orangtua Jangan Lengah

Foto: Anggota DPRD Barsel Nurul Hikmah.

BUNTOK, KaltengEkspres.com – Pergaulan anak di tengah perkembangan zaman perlu mendapat perhatian serius. Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Nurul Hikmah, mengingatkan para orangtua agar tidak lengah mengawasi aktivitas dan lingkungan pergaulan anak, terutama untuk mencegah mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, ancaman narkoba tidak boleh dianggap sebagai persoalan yang hanya terjadi di kalangan orang dewasa. Anak-anak dan remaja juga rentan menjadi sasaran, sehingga diperlukan langkah pencegahan sejak dini.

“Orangtua harus benar-benar mengetahui dengan siapa anak-anaknya bergaul, ke mana mereka pergi, dan bagaimana aktivitas sehari-harinya. Jangan sampai kurangnya pengawasan membuat anak mudah terpengaruh lingkungan yang salah,” kata Nurul Hikmah, Minggu (8/11/2026).

Politisi PPP Barsel ini menilai, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak. Karena itu, komunikasi yang baik antara orangtua dan anak harus terus dibangun agar mereka merasa nyaman bercerita ketika menghadapi persoalan.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan agama, akhlak, dan pembentukan karakter sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

Nurul mengaku prihatin terhadap keterlibatan anak usia muda dalam persoalan narkoba. Ia bahkan menyinggung adanya kasus seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang kedapatan membawa narkoba.

“Ini tentu sangat memprihatinkan. Usia 17 tahun seharusnya menjadi masa bagi anak untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan, bukan justru bersentuhan dengan narkoba,” ungkapnya.

Selain keluarga, ia meminta sekolah mengambil bagian lebih besar dalam membangun kesadaran generasi muda. Pendidikan budi pekerti, pembinaan moral, serta penyuluhan tentang bahaya narkoba perlu lebih diperkuat dalam lingkungan pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan membentuk peserta didik yang memiliki karakter baik dan mampu menjaga diri dari pengaruh negatif.

Nurul juga mendorong pemerintah daerah bersama kepolisian meningkatkan sosialisasi dan langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

“Jangan menunggu sampai anak menjadi korban baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama. Orangtua, sekolah, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat harus saling bersinergi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” pungkasnya. (rif).

Berita Terkait
<