



KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggelar kunjungan kerjanya di Kabupaten Kapuas, Sabtu (26/9). Momentum ini dijadikan Gubernur untuk bertemu dan berdialog dengan masyarakat di sejumlah lokasi, mulai dari Desa Teluk Palinget, Kecamatan Pulau Petak, hingga Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas dan Kecamatan Basarang.
Saat berdialog dengan masyarakat Desa Teluk Palinget, Gubernur menekankan pentingnya memastikan berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial, benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Ia juga meminta pemutakhiran data dilakukan secara berkala mengikuti perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Yang kita bantu ini adalah masyarakat kita. Kalau memang sudah mampu, datanya kita perbaiki, kita berikan kepada yang lebih membutuhkan,” ujar Agustiar.
Selain ketepatan sasaran bantuan, Gubernur turut menyoroti kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kemarau panjang. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung upaya penanganan kebakaran lahan.
“Kalau ada kesulitan air, sampaikan kepada pemerintah. Kita harus cari sumber air, termasuk sumur bor. Air ini bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga bisa kita gunakan untuk pemadaman kalau terjadi kebakaran,” katanya.
Agustiar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kesehatan, khususnya di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Ia meminta masyarakat segera memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah apabila mengalami gangguan kesehatan.
“Kalau sakit jangan ditunda. Pemerintah sudah menyiapkan pelayanan kesehatan, termasuk melalui BPJS. Yang penting masyarakat jangan sampai tidak mendapatkan pelayanan,” tegasnya.
Hal tersebut kembali ditegaskan Gubernur saat berada di Kecamatan Basarang. Ia mengatakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian untuk memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan warga, khususnya masyarakat yang terdampak kemarau panjang dan kabut asap.
“Kita tidak hanya mendengar laporan dari jauh, tetapi harus turun langsung melihat kondisi masyarakat. Pemerintah harus hadir dan memastikan masyarakat dalam kondisi sehat dan aman,” ujar Agustiar.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat.
“Karhutla ini kita hadapi bersama. Yang paling penting bukan hanya penanganannya, tetapi bagaimana kita mencegah agar kebakaran tidak terjadi lagi. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menjaga lingkungan,”tandasnya. (ar)