Wabup dan Sekda Lamandau Temui Pendemo Terkait Kelangkaan BBM

Wakil Bupati dan Sekda Lamandau Menemui $ Pemuda yang menyampaikan Aspirasi Terkait Kelangkaan BBM

NANGA BULIK, KaltengEkspres.com — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Lamandau menuai reaksi dari masyarakat, Empat pemuda mendatangi Kantor Bupati Lamandau guna menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah, Rabu (13/8/2026).

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Lamandau, H Abdul Hamid didampingi Sekda, H M Irwansyah menemui empat pemuda yang menyampaikan aspirasi dan mengadakan dialog aktif dengan dijaga puluhan aparat keamanan. Pertemuan berlangsung di depan pintu gerbang Kantor Bupati Lamandau itu berjalan dengan aman, pemerintah mendengarkan secara langsung penyampaian keresahan serta aspirasi masyarakat mengenai kondisi BBM yang belakangan mengalami kelangkaan dan kenaikan harga cukup tinggi di tingkat eceran.

Dalam pertemuan tersebut, terjadi dialog aktif antara pihak Pemkab Lamandau dengan para pendemo terkait sejumlah persoalan mengenai kondisi BBM yang disampaikan secara langsung dan mendapat tanggapan dari pihak pemerintah daerah. Dialog berlangsung secara terbuka dengan masing-masing pihak menyampaikan pandangan dan informasi terkait persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

“Dalam aksi ini kami menyampaikan 4 tuntutan kepada pemerintah daerah, yakni menuntut kepastian pasokan BBM yang cukup, merata dan sesuai harga resmi tanpa penundaan sedikitpun, kami menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap siapa yang bertanggungjawab atas kelangkaan ini baik yang menimbun, mengalihkan pasokan maupun pihak yang lalai menjalankan tugas pengawasan,” ungkap salah satu pendemo, Irfan.

Ia menambahkan, pendemo menuntut jaminan agar kelangkaan serupa tidak terjadi dan kebutuhan dasar rakyat menjadi prioritas utama bukan kepentingan segelintir pihak serta menuntut adanya transparansi tata kelola energi BBM di Lamandau sehingga masyarakat mengetahui fakta sebenarnya.

“Jangan anggap kami mengganggu ketertiban, jangan pernah berfikir bahwa rakyat kecil akan diam saat perut dan nasib kami dipermainkan. Kami tidak mundur, kami tidak akan berhenti sampai keadilan dan kepastian kami peroleh,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Lamandau, H Abdul Hamid menyampaikan bahwa pemerintah daerah menerima setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan terus berupaya mencari jalan keluar permasalahan BBM yang terjadi saat ini.

“Salah satu penyebab permasalahan BBM ini terjadi akibat pasokan BBM jenis Pertamax dari hulu yang memang ada kekurangan sehingga dugaan kami yang semula pengguna pertamax beralih ke pertalite sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusinya, salah satu upaya kita meminta tambahan kuota ke pusat,” ungkap Wabup.

Ditempat yang sama, Sekda Lamandau, H M Irwansyah mengatakan bahwa upaya pemerintah daerah meminta tambahan kuota sudah mendapat tanggapan positif dari pihak Petra Niaga Pertamina. “Alhamdulillah kita mendapat tambahan kuota sebanyak 16.000 Liter untuk SPBU yang ada di dekat RSUD serta tambahan Pertamax sebanyak 8000 L,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah daerah bersama Forkopimda terus mencari jalan keluar agar permasalahan ini dapat segera diatasi, salah satunya mengadakan rapat komunikasi dengan pihak-pihak terkait serta melakukan pemantauan disetiap SPBU guna menginfentarisir persoalan yang terjadi di lapangan guna menentukan langkah penanganannya.

“Pada dasarnya pemerintah daerah tidak anti kritik, kami juga menerima dengan tangan terbuka penyampaian aspirasi masyarakat, mudah-mudahan permasalahan ini segera dapat ditangani dengaan baik, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kelangkaan BBM,” pungkasnya. (Btg)

Berita Terkait
<