



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal yang digelar bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Universitas Darwan Ali (UNDA) Sampit, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, yang mewakili Bupati Kotim Halikinnor. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai investasi dan pengelolaan keuangan sejak dini, khususnya bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
Menurut Rafiq, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah membuka akses masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan berbagai modus investasi ilegal yang dapat merugikan masyarakat apabila tidak dibarengi dengan pemahaman yang memadai.
“Mahasiswa perlu dibekali pengetahuan yang cukup mengenai investasi dan pengelolaan keuangan agar mampu mengambil keputusan finansial secara tepat serta terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal yang merugikan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kolaborasi antara OJK, BEI, dan Universitas Darwan Ali dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, Sekolah Pasar Modal merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai investasi yang legal, aman, dan produktif.
Rafiq menjelaskan bahwa pasar modal tidak hanya menjadi sarana investasi, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pasar modal, masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi sekaligus merencanakan masa depan keuangan yang lebih baik.
Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengenalan pasar modal, instrumen investasi, manajemen risiko, hingga dasar-dasar analisis saham. Materi tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dunia investasi kepada mahasiswa.
“Generasi muda harus mulai membangun budaya menabung dan berinvestasi secara cerdas. Dengan pemahaman yang baik, mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat menjadi investor yang mampu mengelola keuangan secara bijak,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kotim berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di daerah. Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan agen-agen edukasi yang dapat menyebarluaskan pemahaman mengenai investasi legal kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi muda yang cerdas secara finansial, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” pungkas Rafiq. (to)