Rumah Warga Metro TV Diamuk Jago Merah 

Kobaran api saat melahap bangunan rumah warga Metro TV Gang Bumidaya 3, Sabtu (20/6) siang. (Foto : IST)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Sebuah rumah warga yang terletak di Jalan Metro TV, Gang Bumidaya 3 Jalur 3 Ujung, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diamuk jago merah, Sabtu (20/6/2026) siang, sekira pukul 12.42 WIB. Kobaran api yang begitu cepat membesar  melahap rumah semi permanen tersebut.

Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba di tengah aktivitas warga yang tengah menjalankan rutinitas siang hari. Asap pekat yang membumbung tinggi pertama kali terlihat oleh warga sekitar, sebelum kemudian api mulai membesar dan merambat ke seluruh bagian bangunan tunggal tersebut.

Dalam hitungan menit, api yang diduga berasal dari bagian dalam rumah itu dengan cepat menguasai bangunan berbahan kayu dan material semi permanen, sehingga membuat proses penyelamatan barang-barang di dalam rumah tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Warga sekitar yang menyadari kejadian tersebut langsung berhamburan keluar rumah. Kepanikan sempat terjadi di lokasi lantaran posisi rumah yang terbakar berada di lingkungan permukiman warga, sehingga dikhawatirkan api dapat dengan mudah menjalar ke rumah-rumah lain di sekitarnya.

Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan upaya pemadaman intensif. Petugas berjibaku menjinakkan api yang sudah terlanjur membesar, sekaligus melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Setelah beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali di lokasi kejadian.

Salah seorang petugas Damkar Kotim Iqrom, mengatakan, rumah yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dan hanya dihuni oleh satu orang. Menurutnya, saat kejadian berlangsung, api sudah terlihat besar ketika warga pertama kali menyadari adanya kebakaran.

“Bangunan semi permanen, rumahnya tunggal, dan dihuni oleh satu orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, api berhasil dikendalikan. Namun warga tidak mengetahui secara pasti sumber awal kebakaran tersebut.

“Belum diketahui kebakaran ini,” katanya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat bersama petugas terkait juga telah melakukan pendataan di lokasi untuk mengetahui titik awal munculnya api.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Rumah semi permanen tersebut dilaporkan hangus terbakar hampir seluruhnya sebelum berhasil dipadamkan. (to)

Berita Terkait