Disdamkarmat Kotim Perkuat Jaringan Relawan Damkar

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Ahmad Taufiq

Untuk Penanganan Kebakaran Cepat dan Merata

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran melalui pengembangan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang kini telah mencapai 250 personel aktif yang tersebar di enam kecamatan.
Keberadaan relawan ini menjadi bagian penting dalam sistem penanganan darurat kebakaran di wilayah yang memiliki cakupan cukup luas dengan 17 kecamatan tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Ahmad Taufiq, mengatakan Redkar berperan sebagai garda awal dalam merespons kejadian kebakaran di lingkungan masyarakat sebelum petugas damkar tiba di lokasi.

“Redkar ini sangat membantu di lapangan. Mereka sering lebih dulu berada di lokasi kejadian untuk melakukan upaya awal seperti melokalisir api agar tidak cepat meluas,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, selain mempercepat respons penanganan, keberadaan relawan juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mengurangi risiko kerugian akibat kebakaran, baik pada permukiman maupun potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Saat ini, jumlah Redkar terus mengalami peningkatan dengan tambahan 72 anggota baru yang telah resmi dibentuk di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan. Para relawan tersebut telah mendapatkan pembinaan serta pelatihan dasar penanganan kebakaran.

“Pembinaan dan pelatihan rutin tetap kami lakukan, termasuk pemberian peralatan dasar seperti selang, APD, dan perlengkapan keselamatan lainnya,” jelasnya.

Meski jumlahnya terus bertambah, Disdamkarmat Kotim menilai kebutuhan relawan masih belum ideal. Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum (SPM), wilayah Kotim diperkirakan memerlukan hingga 1.000 relawan untuk menjangkau seluruh kecamatan secara optimal.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pembentukan Redkar secara bertahap di wilayah yang belum terjangkau, sebagai upaya memperkuat sistem mitigasi kebakaran berbasis masyarakat.

“Harapannya ke depan seluruh wilayah memiliki relawan yang cukup, sehingga respon terhadap kebakaran bisa lebih cepat dan dampaknya bisa diminimalisir,” tambahnya.

Dengan penguatan jaringan relawan ini, Pemkab Kotim menargetkan sistem penanggulangan kebakaran yang lebih tangguh, cepat, dan terintegrasi hingga ke tingkat desa dan kecamatan. (to)

Berita Terkait