



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir membuat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya saat musim hujan dan banjir.
Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) setempat, masyarakat diberikan edukasi terkait bahaya instalasi listrik, risiko pohon tumbang hingga kemunculan hewan melata yang rawan terjadi saat curah hujan tinggi.
Kadisdamkarmat Kotim Akhmad Taufik melalui Kasi Humas Disdamkarmat Kotim Heri Wahyudi menyampaikan, keselamatan masyarakat menjadi hal utama yang harus diperhatikan ketika banjir maupun cuaca ekstrem melanda.
“Ketika terjadi banjir, masyarakat diimbau segera mematikan aliran listrik dan menjauhkan stop kontak maupun peralatan elektronik dari genangan air. Jangan sampai air menyentuh instalasi listrik karena sangat berbahaya dan dapat memicu korsleting hingga kebakaran,” ujar Heri, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, kondisi hujan deras sering kali menyebabkan kebocoran atap rumah yang tanpa disadari dapat mengenai kabel maupun sambungan listrik. Situasi tersebut dinilai berpotensi memicu arus pendek yang dapat berujung kebakaran rumah.
“Dulu sering terjadi kebakaran saat hujan deras akibat korsleting listrik. Karena itu kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi atap, kabel dan instalasi listrik di rumah masing-masing,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati saat melintasi jalan yang tergenang banjir. Sebab air dapat menghantarkan arus listrik, terlebih jika terdapat kabel terkelupas maupun kebocoran arus dari tiang listrik.
“Kalau banjir, warga jangan sembarangan menyentuh tiang listrik atau mendekati kabel yang mencurigakan. Air bisa menghantarkan tegangan listrik dan itu sangat berbahaya,” tegasnya.
Tak hanya risiko listrik, Disdamkarmat Kotim juga mengingatkan bahaya pohon tumbang dan sambaran petir yang meningkat saat hujan disertai angin kencang.
Heri mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan deras maupun petir terjadi. Menurutnya, pohon berisiko tumbang sekaligus menjadi titik rawan sambaran petir.
“Kalau hujan deras dan angin kencang, sebaiknya cari tempat aman dan jangan berteduh di bawah pohon. Kalau tidak ada keperluan penting, lebih baik tetap berada di rumah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan pohon tumbang maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani petugas.
“Kalau ada kejadian seperti pohon roboh atau kondisi membahayakan lainnya, masyarakat bisa langsung menghubungi hotline Damkar. Kami siap membantu,” tambahnya.
Di sisi lain, meningkatnya curah hujan juga disebut berpotensi meningkatkan kemunculan hewan melata ke permukiman warga akibat habitatnya tergenang air.
Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menutup saluran yang berpotensi menjadi akses masuk hewan, serta segera meminta bantuan petugas apabila menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya di rumah. (t0)