270 Anak Kurang Mampu di Kotim Mendapatkan Pendidikan Gratis

Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan generasi muda melalui sektor pendidikan. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat, Pemkab Kotim menghadirkan harapan baru lewat program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 yang membuka kesempatan luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan gratis dan berkualitas.

Melalui program tersebut, sebanyak 270 anak disiapkan untuk menempuh pendidikan jenjang SD, SMP hingga SMA dengan sistem berasrama lengkap yang seluruh kebutuhannya ditanggung pemerintah. Program ini dinilai menjadi langkah nyata Pemkab Kotim dalam memastikan tidak ada anak daerah yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi.

Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan menegaskan, penjaringan calon siswa kini mulai dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Bapak Bupati sangat memberi perhatian terhadap program ini karena menyangkut masa depan anak-anak daerah. Pemkab ingin memastikan anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa sekolah dengan fasilitas yang layak dan berkualitas,” ujar Hawianan, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, kuota penerimaan dibagi merata masing-masing 90 siswa untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Proses seleksi dilakukan ketat agar program benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan biasa, tetapi bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Pemerintah tidak hanya menyiapkan sekolah gratis, tetapi juga asrama, makan tiga kali sehari, perlengkapan sekolah, hingga tenaga pengajar profesional. Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kotim,” katanya.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjadi solusi bagi keluarga yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak. Selain memberikan akses pendidikan, keberadaan sekolah berasrama juga diharapkan mampu membentuk karakter, disiplin, dan kemandirian siswa.

Di sisi lain, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Wengga Metropolitan terus dipacu agar dapat segera difungsikan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Meski menghadapi tantangan pembangunan di atas lahan gambut, progres pengerjaan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Hawianan menyebutkan, pembangunan ruang kelas dan asrama menjadi prioritas utama agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan optimal.

“Kami optimistis target ini bisa tercapai. Pemerintah daerah terus melakukan pengawasan dan koordinasi agar pembangunan berjalan sesuai rencana demi mendukung pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Keberadaan Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Kotim dalam menekan angka putus sekolah serta memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan fasilitas lengkap dan dukungan penuh pemerintah, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kotim yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.

Komitmen kuat Pemkab Kotim di bawah kepemimpinan daerah saat ini pun dinilai semakin memperlihatkan keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil, khususnya dalam membuka akses pendidikan yang merata hingga pelosok daerah. (to)

Berita Terkait