



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Sebanyak enam desa di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meraih penghargaan sebagai desa terbaik dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, di Aula Kyai Gede Kantor Bupati Kobar sebagai bentuk apresiasi atas komitmen desa dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Adapun enam desa penerima penghargaan tersebut yakni juara harapan 3 Desa Pangkalan Banteng Kecamatan Pangkalan Banteng, harapan 2 Desa Tanjung Terantang Kecamatan Arut Selatan, dan harapan 1 Desa Sakabulin Kecamatan Kotawaringin Lama. Sementara itu, peringkat 3 diraih Desa Riam Durian Kecamatan Kotawaringin Lama, peringkat 2 Desa Natai Baru Kecamatan Arut Selatan, dan peringkat pertama diraih Desa Dawak Kecamatan Kotawaringin Lama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kobar, Aida Lailawati, menyampaikan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Hal ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada pemerintah desa yang telah melakukan upaya luar biasa di wilayahnya. Momentum ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa lain agar seluruh ekosistem masyarakat mendapatkan perlindungan,” jelas Aida.
Pihaknya lanjut dia, terus mendorong peningkatan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya di tingkat desa. Dengan keterlibatan aktif pemerintah desa, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari berbagai risiko kerja, baik di sektor formal maupun nonformal.
Sementara itu, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, menegaskan pentingnya perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita tidak berharap musibah terjadi, namun ketika itu datang seperti kecelakaan kerja atau meninggal dunia, manfaat BPJS akan sangat dirasakan karena ada jaminan yang membantu,” ungkap Suyanto.
Suyanto menekankan pentingnya peran desa dalam mengedukasi pekerja nonformal agar memahami manfaat program tersebut dan mau menjadi peserta aktif. (di)