Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi net

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masayarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba.

Imbauan ini disampaikan Kepala BMKG Kotim, Mulyono Leo Nardo. Menurutnya, saat ini wilayah Kotim mulai memasuki fase peralihan musim dari April hingga Mei 2026.

“Kemungkinan besar kita sudah masuk pancaroba. Pada fase ini potensi bencana hidrometeorologi meningkat, sehingga masyarakat perlu waspada,” ungkap Mulyono kepada awak media, Minggu (12/4).

Mulyono menjelaskan, bahwa encana hidrometeorologi dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang. Dampaknya bisa berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga kekeringan.

Hal ini disebabkan karena kondisi atmosfer pada masa transisi cenderung tidak stabil, sehingga memicu peningkatan kejadian cuaca ekstrem yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Perubahan musim ini biasanya memunculkan berbagai fenomena cuaca ekstrem yang bisa berdampak pada bencana,”ujarnya.

Selain itu, tambah dia, prakiraan awal musim kemarau 2026, untuk wilayah Kotim bagian utara, musim kemarau diprediksi mulai pada awal Juni, dengan durasi sekitar 120 hari hingga akhir September.

Kendati demikian untuk wilayah pesisir seperti Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut, awal kemarau diperkirakan lebih lambat, yakni sekitar 21 Juni.

“Secara umum kemarau mulai Juni dasarian pertama, tetapi untuk wilayah pesisir sedikit lebih lambat, meski berakhir bersamaan pada akhir September,”tandasnya. (hl)

Berita Terkait