



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com — Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng mencatat hot spot (titik api) di wilayah Kalteng sudah meluas mencapai 2.110 titik dengan 55 kejadian karhutla. Jumlah tersebut tersebar di beberapa wilayah di Kalteng yang terdata hingga Selasa (25/8).
Sedangkan pada Rabu (26/8) pukul 14.30 WIB, BMKG mencatat sebaran hot spot sebanyak 1.871 titik, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya.
Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib mengungkapkan, lonjakan titik panas di beberapa wilayah terus dipantau secara ketat melalui sistem real-time serta koordinasi intensif bersama tim satgas di lapangan. Hingga saat ini, luas total area yang terdampak karhutla tercatat mencapai 121,23 hektar.
“Penanganan karhutla ini membutuhkan kerja ekstra dan respons cepat. Seluruh personel gabungan bersama armada darat dan udara sudah diposisikan di titik-titik rawan untuk memastikan,”ujarnya, Kamis (27/8).
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Kalteng yang bersumber dari BRIN dan Sipongi, sebaran titik panas dan kejadian karhutla tertinggi terpantau di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 542 titik panas dan 13 kejadian (24,91 hektar), disusul Kabupaten Kapuas dengan 449 titik panas dan 7 kejadian (16 hektar), serta Kota Palangka Raya dengan 272 titik panas dan 4 kejadian (0,83 hektar).
Sementara itu, wilayah lainnya seperti Katingan, Seruyan, Pulang Pisau, hingga Sukamara juga menunjukkan eskalasi titik panas yang signifikan.
Untuk mengimbangi potensi ancaman tersebut, pemerintah mengerahkan kekuatan udara berupa 5 unit helikopter dan 1 unit pesawat OMC/patroli guna melakukan pengawasan serta water bombing di titik-titik yang sulit dijangkau lewat jalur darat.
Ahmad Toyib menambahkan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman fisik di lapangan, tetapi juga dibarengi dengan tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum. Hingga laporan ini dihimpun, tercatat ada 12 kasus penegakkan hukum yang sedang berjalan.
Ia memastikan bahwa situasi kesehatan masyarakat sejauh ini masih terpantau aman dan terkendali. Aktivitas pendidikan di daerah dilaporkan masih berjalan normal tanpa ada sekolah yang diliburkan akibat kabut asap. (Ro)