



KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong menjadi inspektur upacara dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 tingkat Kabupaten Gumas, dengan tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.
“Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus bisa dijadikan sebagai momentum untuk perkuat tekad, pererat persatuan, tingkatkan semangat pengabdian serta bersama membangun Kabupaten Gumas yang semakin maju, berdaya saing dan berkelanjutan,” kata Jaya, Senin (17/8/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas menurutnya, komitmen untuk hadirkan pelayanan publik yang semakin baik, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, perkuat ketahanan pangan, kembangkan ekonomi kerakyatan, selalu perhatikan kelestarian lingkungan serta wujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi akan berhasil kalau seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, saling mendukung, saling menghargai dan bergotong royong,”ujar Jaya.
Ia menuturkan, realisasi kinerja dari pembangunan Kabupaten Gumas sampai dengan tahun 2025 terus menunjukkan capaian yang baik. Diantaranya laju pertumbuhan ekonomi meningkat 4,53, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat jadi 74,46, angka kemiskinan turun menjadi 5,48, Indeks Gini Ratio 0,235.
“Pada bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Gumas kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-11 kalinya, dan indeks reformasi birokrasi dengan kategori B,” tutur Jaya.
Ia menyadari masih banyak hal yang belum sempat selesai tertangani, dan mencapai hal yang didambakan. Di samping itu, juga masih dihadapkan dengan tingginya peredaran narkoba yang semakin mengancam generasi muda, serta masih banyak masyarakat bergantung mata pencaharian tidak berkelanjutan, yaitu ekstraksi sumber daya alam yang tidak terbaharukan.
“Tentu ini menjadi tugas bersama di waktu yang akan datang untuk segera mulai bergeser dalam mata pencaharian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tegasnya.
Di sisi lain, BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering akibat fenomena el nino, dan puncaknya akan terjadi Bulan Agustus hingga September. Untuk itu kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus benar-benar ditingkatkan.
Berdasarkan data terbaru dalam tujuh bulan terakhir ini, kata dia, jumlah hotspot atau titik panas tercatat mencapai 242 titik, dengan estimasi luas lahan yang terbakar di Kabupaten Gumas sekitar 121 hektare.
“Kondisi itu menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Saya harapkan semua pihak maupun unsur masyarakat untuk bersatu padu dalam penanggulangan karhutla di Kabupaten Gumas,” ajaknya.
Ia berpesan kepada generasi muda untuk jadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk terus berkarya.
“Mari rawat persatuan, menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, melestarikan budaya daerah serta membangun Kabupaten Gumas yang semakin maju, mandiri dan sejahtera,”tandasnya. (sa)
“