Pemkab Kotim Komitmen Tingkatkan SDM Petani Sawit

Kepala DPKP Kabupaten Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto,

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani sawit agar mampu menjawab tantangan industri yang semakin berkembang, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perkebunan rakyat.

Pemkab Kotim memandang bahwa sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Karena itu, pengembangan sektor ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas pelaku usaha perkebunan di lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah daerah terus mendorong transformasi pola pengelolaan perkebunan dari tradisional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Hal ini dinilai penting agar petani mampu meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri kelapa sawit, baik di tingkat regional maupun nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto, menyampaikan bahwa penguatan SDM petani merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan sektor perkebunan daerah.

Menurutnya, petani sawit perlu terus didorong untuk meningkatkan kompetensi, tidak hanya dalam aspek teknis budidaya, tetapi juga dalam pengelolaan usaha tani, efisiensi biaya produksi, serta pemahaman terhadap dinamika pasar komoditas.

“Penguatan kapasitas petani menjadi kunci agar perkebunan rakyat mampu bertahan dan bersaing di tengah perubahan industri yang semakin cepat,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, bahwa Pemkab Kotim secara berkelanjutan berupaya menghadirkan program pembinaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas petani melalui sinergi lintas sektor, termasuk bersama kelompok tani, penyuluh pertanian, serta organisasi petani di daerah.

“Petani harus mampu beradaptasi dengan perubahan, baik dari sisi teknis maupun manajemen usaha tani agar hasil kebun tetap optimal,” tambahnya.

Penguatan SDM ini lanjut dia, juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2025 tentang pengembangan SDM, penelitian, peremajaan, serta sarana dan prasarana perkebunan kelapa sawit. Kebijakan ini menjadi landasan penting dalam memperkuat ekosistem perkebunan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah menilai bahwa dengan adanya dukungan regulasi tersebut, berbagai program peningkatan kapasitas petani dapat berjalan lebih terarah, mulai dari pelatihan teknis, sertifikasi kompetensi, hingga pendampingan berkelanjutan di lapangan.

Sebanyak 237 peserta yang terdiri dari kelompok tani, gabungan kelompok tani, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), penyuluh pertanian lapangan, serta aparatur bidang perkebunan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas di Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku perkebunan dalam meningkatkan kualitas SDM petani sawit di Kotim.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Kotim berharap sektor perkebunan kelapa sawit dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis potensi lokal yang unggul dan kompetitif. (to)

Berita Terkait