Home / Lintas Kalimantan / Metro Palangka Raya

Kamis, 25 Agustus 2022 - 12:20 WIB

Wali Kota Banjarbaru dan PLN Sosialisasi Kompor Induksi

BANJAR BARU, KaltengEkspres. com – PT PLN (Persero) bersama Wali Kota Banjarbaru siap sukseskan transisi energi dengan melakukan sosialisasi manfaat dan penggunaan Kompor Induksi ke masyarakat di Kantor Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Rabu (24/8) siang. Hal ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam mendukung program pemerintah terkait konversi kompor LPG ke kompor Induksi.

Konversi kompor LPG ke kompor induksi ini merupakan kontribusi PLN dalam menjalankan program pemerintah untuk mengurangi impor gas LPG. Kalimantan Selatan yang menjadi _Pilot project_ konversi kompor LPG ke kompor induksi ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru dengan menyasar kepada 30.000 Keluarga Penerima Manfaat dengan golongan daya listrik 450 VA dan 900 VA.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng), Samuji mengatakan konversi kompor ini dilakukan PLN untuk menekan ketergantungan impor LPG yang terus meningkat. Masyarakat menengah kebawah yang biasanya memakai LPG bersubsidi untuk kebutuhan perdapuran dirumah menjadi sasaran konversi ini, sekaligus upaya PLN dalam membantu pemerintah untuk mengurangi beban subsidi di APBN.

“Mendukung program pemerintah dalam kemandirian energi nasional sekaligus amanat Presiden RI Joko Widodo. Melalui konversi ini menjadi langkah menghemat APBN untuk memperbaiki neraca keuangan negara,” ujarnya.

Samuji membeberkan, Pilot Project konversi kompor yang akan dilaksanakan oleh PLN di Kota Banjarbaru ini menyasar 30.000 pelanggan dengan ketentuan :
1. Pelanggan golongan tarif Rumah Tangga daya 450 VA dan 900 VA Subsidi menurut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non DTKS.
2. Usaha Mikro golongan tarif Bisnis daya 450 VA – 5.500 VA Subsidi.
3. Pengguna kompor LPG 3 kg daya 450 VA dan 900 VA dan Usaha Mikro berdasarkan pendekatan kewilayahan.

Baca Juga :  Protes TPP Dihilangkan, Ratusan Guru Demo Kantor DPRD Kalteng

“Pelanggan PLN yang masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapat bantuan berupa kompor induksi, beserta instalasi listrik dan alat masaknya, kemudian akan diedukasi oleh petugas kami nantinya terkait cara mengoperasikannya. Harapan PLN dan pemerintah masyarakat dapat memesak denga naman, nyaman dan praktis.” terangnya,

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin memberikan apresiasinya kepada program pemerintah pusat melalui PLN yang akan melakukan konversi kompor gas LPG ke kompor induksi di Banjarbaru.

“Terima kasih PLN yang memberikan solusi kompor induksi yang akan membantu menjawab keluhan masyarakat yang sering saya terima melalui DM Instagram dan Whatsapp mengatakan bahwa sekarang LPG 3 kg susah didapat dan mahal di Banjarbaru,” tuturnya.

Wali Kota Banjarbaru juga mengajak kepada seluruh tokoh masyarakat bersama-sama untuk membantu mensukseskan program pemerintah pusat ini, yang akan berdampak baik untuk pertumbuhan dan kualitas ekonomi masyarakat.

“Bapak dan Ibu tokoh masyarakat mari sukseskan konversi kompor induksi ini dengan mendukung PLN saat pendistribusiannya nanti dan menjelaskan kepada masyarat terkait manfaat yang didapatkan dengan konversi ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Basis Narkoba di Puntun, Sejumlah Preman Sempat Melawan

Dalam kesempatan sosialisasinya, Wali Kota Banjarbaru juga mencoba langsung makanan yang didemokan PLN kepada tokoh masyarakat, Ia mengatakan masakan yang dimasak dengan kompor induksi memiliki keunggulan kematangan yang merata dan tentunya nyaman, aman dan praktis.

“Jadi karena makanan yang dimasak ini menggunakan kompor induksi dengan panas yang pas dan merata dan dibantu fitur keamanan timer sehingga masakan dapat masak merata dan pastinya hasilnya juga enak,” ungkapnya.

Wali Kota Banjarbaru berharap dengan konversi Kompor induksi di Banjarbaru dapat membantu masyarakatnya untuk perbaikan ekonomi dan meningkatkan keamanan dalam memasak yang tentunya mengurangi resiko kebakaran akibat kebocoran gas yang biasanya terjadi.

“Kita berharap dengan konversi kompor induksi ini dapat mengurangi beban masyarakat terutama kesulitan mencari gas melon 3 kg dapat terkurangi, sekaligus dapat mengurangi pengeluaran masyarakat sehingga daya beli masyarakat dapat meningkat,” tambahnya,

Antusiasme peserta sosialisasi terlihat dengan banyaknya tanggapan positif serta di akhir sosialisasi ada praktek menggunakan kompor induksi. Para peserta mencoba memegang kompor yang tidak panas dan tidak menyetrum sehingga menggambarkan bahwa kompor induksi sangat aman untuk digunakan. (adv)

Disclaimer: Artikel ini di produksi oleh kaltengekspres.com. Semua publikasi berita yang diterbitkan media Kalteng Ekspres.com, merupakan tanggung jawab penanggung jawab redaksi.

Share :

Baca Juga

DPRD Kota

Pastikan Penanganan Korban Banjir Berjalan Baik

DPRD Kota

Pemko Diminta Fokus Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Metro Palangka Raya

Gelapkan Uang Perusahaan, Wanita Asal Kalsel Diringkus Polisi

Kobar

Jual Lem Fox, Buruh Percetakan Batako Diciduk Polisi

DPRD Kota

Masih Banyak Masyarakat Belum Lakukan Perekaman KTP Elektronik

Metro Palangka Raya

Lestarikan Budaya Adat, Polda Kalteng Gelar Lomba Menyumpit

Metro Palangka Raya

Dalami Pencemaran Limbah, Kantor BLH Kalteng Digeledah KPK

Metro Palangka Raya

BINDA Kalteng Targetkan Vaksinasi 27