Home / Kobar

Sabtu, 21 November 2020 - 18:23 WIB

Polisi Tetapkan Kepala Rombongan Penambang Emas Tersangka 

Waka Polres Kobar Kompol Boni saat memberikan keterangan kepada awak media, saat press release di Mapolres Kobar Sabtu (21/11/2020)

Waka Polres Kobar Kompol Boni saat memberikan keterangan kepada awak media, saat press release di Mapolres Kobar Sabtu (21/11/2020)

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Jajaran Polisi Resort (Polres) Kotawaringin Barat (Kobar) telah menyelidiki peristiwa 10 orang penambang emas tradisional illegal yang tertimbun longsor di Sungai Seribu Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kobar.

Dari hasil penyelidikan ini, polisi menetapkan satu orang sebagai tersangka yakni kepala rombongan atau mandor penambang emas tersebut berinisial HD, Sabtu (21/11/2020).

“Kepala rombongan atau mandor ini kita tetapkan tersangka kasus illegal mining di kawasan Sungai Seribu Kelurahan Pangkut,”ungkap Waka Polres Kobar Kompol Boni Ariefianto kepada awak media, saat press release di Mapolres Katingan, Sabtu (21/11).

Baca Juga :  Wartawan Dilarang Ekspos, Kedatangan Kapolri ke Kobar Penuh Tanda Tanya

Boni menjelaskan, HD selaku kepala rombongan ditetapkan tersangka karena telah melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin, selain itu ia bertugas mengatur seluruh kegiatan yang ada di lubang galian tambang dan mengelola kebutuhan para pekerja atau buruh tambang dengan hasil komoditas mineral logam berupa emas.

“Tersangka ini bertugas mencari para pekerja atau buruh untuk bekerja tambang emas dengan jumlah pekerja atau buruh sebanyak 23 orang dengan tugas masing-masing diatur oleh tersangka selaku kepala rombongan,”ungkap Boni.

Baca Juga :  Buang Sampah Sembarangan, IRT Nyaris Ditangkap Warga

Dari kasus tersebut pihaknya mengamankan barang bukti satu karung berisi material batu diduga mengandung emas dan 1 unit mesin alat bor. Akibat perbuatannya ini, pelaku dijerat Pasal 158 junto pasal 35 undang-undang RI Nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batubara ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (wir)

Share :

Baca Juga

Kobar

PN Pangkalan Bun Canangkan Bebas Korupsi dan Bersih Melayani

Kobar

Ikuti Vicon KPK, Bupati Kobar Siap Tindaklanjuti Arahan KPK

Kobar

Tim Satgas Kobar Jaring 7 Pelanggar Prokes

Kobar

Peringati Hari Bumi, OFI Tanam 1000 Bibit Pohon di Desa Berambai Makmur

Kobar

RKS Project Gebrak Balantika Musik Nasional

Kobar

BNN Kobar Tangkap Petugas BNN Gadungan

Kobar

Jual 30 Botol Miras, Warga Pangkut Diringkus Polisi

Kobar

KPUD Kobar Rapid Test Ratusan Petugas PPK dan PPS 
error: Content is protected !!