Home / Metro Palangka Raya

Kamis, 13 Agustus 2020 - 19:06 WIB

Balai Gakkum LHK Kalteng Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal di Kobar

Petugas Balai Gakkum Kalteng saat memperlihatkan kayu log ilegal yang berhasil disita Rabu (12/8).

Petugas Balai Gakkum Kalteng saat memperlihatkan kayu log ilegal yang berhasil disita Rabu (12/8).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Tim Balai Penegakan Hukum (Gakkum) LHK Kalimantan Tengah berkerjasama dengan aparat KP3 dan KSOP Kumai menggagalkan penyelundupan 788 potong kayu log jenis meranti yang diangkut menggunakan truk fuso┬ádi Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Pangkalan Bun Kotawaringin Barat, Rabu (12/8/2020) siang.

Kepala Seksi Wilayah 1 Palangka Raya Balai Pengaman dan Penegakan Hukum LHK Kalimantan Tengah Irmansyah mengatakan, truk fuso yang diamankan ini dikemudikan oleh sopirnya berinisial A warga Kumai. Rencananya truk tersebut akan berangkat ke Pulau Jawa melalui kapal laut dengan tujuan ke Surabaya Jawa Timur.

“Kita menerima laporan bahwa ada ada sebuah truk yang mengangkut kayu dari hasil ilegal logging yang akan melakukan penyeberangan di Pelabuhan Panglima Utar. Menindaklanjuti laporan ini kita berkoordinasi dengan parat terkait dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti,”ungkap Irmansyah, Kamis (13/8).

Baca Juga :  Dua Rumah Warga di Jalan G Obos Berkobar

Irmansyah menjelaskan, bahwa kayu yang diangkut sopir truk tersebut berjumlah 28 kubik. Saat ini masih dalam proses pengujian dan pengukuran dari tim ahli BPHP. Kemudian asal kayu tersebut juga telah diselidiki pihaknya.

Sejak tahun 2020 dari Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan telah melakukan penindakan penangkapan kasus ilegal logging di Kalteng mencapai 90 kubik di Kota Palangka Raya.

“Penangkapan paling banyak yakni dari wilayah hukum Palangka Raya dibawa ke Banjarmasin,”ujarnya.

Baca Juga :  Belum Sempat Ngamar, Pengunjung Warung Remang-remang Sudah Digelandang Polisi

Menurutnya, kasus tidak pidana ilegaloging di Kalimantan Tengah masih marak lantaran sumber dari hasil masih melimpah dan kebanyakan para pelaku melakukan secara perseorangan dengan cara mengelabui petugas.

Modus yang digunakan pelaku termasuk pintar truk yang dibuatnya mengankut kayu ditutup terpal dengan rapi sehingga petugas kesulitan untuk membuka dan disaat masa pandemi Covid-19 juga banyak digunakan modus para pelaku ilegaloging.

“Untuk para pelaku ini dikenakan dengan kasus pengangkutan dengan Pasal UU Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e dan atau Pasal 88 ayat (1) huruf a Jo Pasal 16,”tandasnya. (am)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Cabuli Dua Bocah, Buruh Serabutan Diciduk Polisi

Metro Palangka Raya

Dua hari, Tujuh Pengedar Sabu Diringkus BNNP Kalteng

Metro Palangka Raya

Seruduk Belakang Alat Berat, Pengendara Motor Scoopy Terkapar

Metro Palangka Raya

Kondisi Pelajar SMP Terjatuh Mulai Membaik

DPRD Kota

Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Kunker ke Kotim

Metro Palangka Raya

Tiga Perampok Sadis Buronan Polda Kalsel Diringkus di Kalteng

Metro Palangka Raya

BNNP Kalteng Ungkap Barbuk 500 Gram Sabu dari Pengedar Lintas Provinsi

Metro Palangka Raya

Truk Bermuatan Pasir Terguling Usai Menyenggol Sepeda Motor Anggota Polisi
error: Content is protected !!