Diprediksi Kemarau Panjang Dimulai Awal Juni

Kadis BLH katingan, Hap Bapperdo

KASONGAN, KaltengEkspres.com – Kemarau panjang diprediksi dimulai pada awal bulan Juni hingga September 2020.

“Saat rapat virtual video converence sesuai arahan Sekjen Kementrian Lingkungan Hidup, maka setiap Kabupaten/Kota diminta untuk mengantisipasi dampak dari musim kemarau diprediksi bulan Juni yakni terjadi kabakaran hutan dan lahan (Karhutla),” kata kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan, Hap Bapperdo di Kasongan, kepada KaltegEkspres.com, Rabu (20/5/2020).

Dikatakannya, penyebab Karhutla ini diawali dengan musim kemarau, untuk itu setiap kabupaten/kota diminta mengantisipasi terjadinya karhuta agar tak berulang-ulang terjadi.

“Sehingga oleh Sekjen Lingkungan Hidup sebisa mungkin tak terjadi Karhutla pada lahan yang sama, kejadian yang sama, prilaku yang sama, karena sudah dapat diprediksi dan diantisipasi,” ujar Hap.

Untuk itu, diminta kepada semua komponen masyarakat, semua dinas, semua pemerintahan mulai tingkat desa, hingga tingkat kecamatan, sampai tingkat kabupaten untuk mengantisipasi hal itu, dengan pemegang izin usaha di wilayah Kabupaten masing-masing.

“Karena pemegang izin usaha punya tanggungjawab, hampir semua wilayah di Katingan dibebani hak, baik hak izin usaha, baik hak masyarakat dan teralokasikan untuk menjaga arealnya masing-masing dengan bekerja bersama-sama,” sebutnya.

Dengan demikian, sebelumnya diminta kesiapan pihak pemerintah  Kabupaten maupun pihak provinsi, oleh pemerintah pusat, terkait kesiapannya di masing-masing Kabupaten.

“Kami dari DLH Katingan, telah menyampaikan bahwa telah melakukan sosialisasi supaya masyarakat sadar tak membakar,” tukasnya.

Dia juga mengakui bahwa, terjadinya Karhutla itu 99 persen itu akibat ulah manusia, karena kalau peyebabnya oleh alam sangat kecil persentasenya nol koma sekian persen, dan hal itu dapat diantisipasi supaya tak terulang lagi.

Sementara pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan pemasangan spanduk larangan membakar lahan, mengirim surat kepada pihak perusahaan sesuai dengan bidang tugas DLH bidang pencegahan. Kemudian bidang penanggulangan lebih dititikberatkan pada penanggulangan bencana tugasnya.

Menurutnya pihak DLH sampai pada pasca Karhutla, pihaknya telah menyusun dan membuat rencana kegiatan, Pihak sekjen dar kementrian lingkungan hidup meminta untuk mengantisipasi karhutla, supaya tak terulang kembali. (MI)

Berita Terkait