Polisi Tangkap Dua Orang Diduga Kuat Pembunuh Ruslan

Anggota Polsek Kahut dan karyawan PT KAP saat berada di lokasi Sabtu (4/8/2019).

KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polisi Resort (Polres) Gunung Mas berhasil meringkus dua orang diduga kuat pelaku pembunuhan Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Gunung Mas M Ruslan Effendi.  Dua orang yang ditangkap ini berinisial AK dan AR. Keduanya ditangkap saat dalam pelarian ke daerah Kabupaten Lamandau, Minggu (4/8/2019).

Kabag Ops Polres Gumas AKP Aries Nugroho saat memberikan keterangan kepada awak media Senin (5/8).

Kabag Ops Polres Gunung Mas AKP Aries Nugruho ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap dua orang yang diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut. Dua orang yang diamankan ini berinisial AK dan AR. Keduanya merupakan rekan kerja sekaligus anak buah korban.

“ Saat ini kedua pelaku telah kita amankan di Mapolsek dan menjalani pemeriksaan. Kasus ini masih kita dalami untuk mengungkap keterlibat kedua pelaku dan pelaku lainnya,”ungkap Aries kepada awak media, Senin (5/8/2019).

Sebagaimana diketahui sebelumnya, kasus pembunuhan ini terjadi berawal saat korban berangkat dari rumah bersama anak buahnya mengambil pasir di tepi sungai Banoi, untuk kerjaan paket proyek pembuatan toilet di perusahaan PT KAP, Kamis (1/8/2019).

Saat berada di lokasi, korban tak bisa dihubungi istrinya, atau los kontak hingga Jumat (2/8/2019). Sehinga istri korban melaporkan kehilangan suaminya ini ke Polsek Kahayan Hulu Utara hari itu juga. Menerima laporan ini, anggota Polsek Kahut langsung berangkat ke lokasi melakukan pencarian bersama karyawan perusahaan di sekitar kawasan sungai yang diduga kuat menjadi tempat korban bersama anak buahnya mengambil pasir.

Ketika berada di lokasi, anggota polisi menemukan gundukan pasir mencurigakan Sabtu (3/8/2019). Setelah digali, ditemukan jasad korban sudah membusuk tanpa busana. Selain itu tak jauh dari lokasi, ditemukan potongan kayu gagang cangkul yang telah berlumuran darah dan pasir bercak darah serta sendal jepit korban. (ra/hm)