Dipicu Masalah Asmara, Ketua RT Nekat Bacok Warga

MUARA TEWEH, KaltengEkspres.com – Darmianto (30) warga Desa Rimba Sari Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Pria ini mengalami luka cukup parah akibat dibacok oleh Ketua RT berinisial SY menggunakan senjata tajam (sajam) seusai pulang dari kebunnya di KM 53 Desa Rimba Sari Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Batara, Rabu (14/8/2019) siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan menyebutkan, motif pembacokan ini diduga kuat dipicu masalah asmara. Pelaku SY ini sebelumnya diduga terlibat perselingkuhan dengan adik ipar korban.

Karena merasa terusik hubungan gelapnya diganggu dan diketahui korban, membuat pelaku SY ini marah. Bahkan sebelum kejadian pembacokan, antara SY dengan korban sempat dilakukan mediasi, yang dilaksanakan di aula desa setempat, Rabu (14/8/2019) pagi.

Setelah mediasi selesai, korban kembali ke kebun melakukan aktivitas seperti biasa. Namun rupanya pelaku tak terima ulah korban yang mengusik hubungan asmaranya dengan adik ipar korban. Sehingga pada sore harinya, pelaku sengaja menunggu korban di tempat sepi ketika pulang dari kebun untuk melakukan penganiyaan tersebut.

Kasatreskrim Polres Batara AKP Kristanto Situmeang mengatakan, kejadian pembacokan ini berawal saat korban pergi ke kebun bersama adiknya. Ketika pulang dari kebun, sepeda motor yang dikendarai korban ini tiba-tiba mogok dan harus digiring dengan berjalan kaki.

Saat melintas di lokasi kejadian, pelaku telah mengintai, tanpa banyak bicara langsung menyerang belakang korban dengan senjata tajam jenis parang.

“Korban dibacok sebanyak dua kali pada bagian leher belakang telinga dan di atas telinga. Korban sempat meminta tolong, namun karena lokasi kejadian yang cukup jauh dari permukiman penduduk, membuat teriakannya tak terdengar,”ungkapnya.

Baca Juga :  Usai Diintai, Bandar Togel Pasar Beringin Diringkus Polisi

Usai melakukan penganiayaan ini, pelaku  kemudian membuang parang yang digunakan untuk menghilangkan barang bukti. Setelah itu tak lama pelaku menyerahkan diri ke polisi pada Rabu (14/8) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

“Akibat ulahnya ini, pelaku dijerat pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,”tandasnya. (ap/hm)