Sekolah Politik Dorong PKB di Kotim Raih 20 Persen Kursi DPRD

 

SAMPIT, Kaltengekspres.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kotawaringin (Kotim) siap menghijaukan Kotim, untuk itu dengan Sekolah Politik diharapkan dapat mendorong PKB dapat meraih 20 persen kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim.

Di Sekolah Politik PKB yang dihadiri Wakil Ketua DPW PKB Kalteng, Diharyo, Pengurus PKB Kotim dan kader PKB wilayah Kecamatan Baamang, Seranau, Cempaga, dan Cempaga Hulu ini ditekadkan PKB di daerah pemilihan Dapil II (Kecamatan Baamang dan Seranau) untuk memperoleh empat kursi di DPRD Kotim.

Demikian pula dengan Dapil IV meliputi Kecamatan Kota Besi, Cempaga, Cempaga Hulu dan Telawang, yang telah disediakan kursi 7, PKB menargetkan 4 kursi diantaranya.

Ketua DPC PKB Kotim, M Shohib Hidayah menegaskan Sekolah Politik ini merupakan improvisasi DPW PKB Kotim dan hingga saat ini hanya ada di Kabupaten Kotim.

“Sekolah Politik ini untuk meluruskan kembali pemahaman tentang politik sebenarnya kepada masyarakat,” kata Shohib, saat menggelar Sekolah Politik di Kompleks Waterpark Wengga Metropolitan, Kamis (10/05/2018) siang.

Di depan lebih 150 orang kader dan simpatisan PKB di wilayah Baamang dan sekitarnya, Shohib mengatakan bahwa PKB satu satunya partai penuh keberkahan, karena PKB yang didirikan oleh ulama dan para Kiai pada 23 Mei 1998.

“Saat itu para kiai berkumpul di pondok pesantren di Langitan, Tuban untuk minta Presiden Suharto turun, kemudian pada tanggal 18 Mei 1998 ada sekitar 200 kiai bemusyawarah untuk mendirikan partai politik. Dengan sholat Istikharah maka para Kiai NU mendirikan PKB,” kata Shohib.

Ditegaskan pula, agar masyarakat jangan menjauhi politik, jangan berpikiran partai politik itu kotor, karena politik sangat berpengaruh terhadap sendi kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  ABG Tewas Tenggelam di Anak Sungai Parenggean

“Kita harus terlibat dalam partai politik, karena politik mempengaruhi kehidupan masyarakat, mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat, harga sembako bisa naik karena politik, harga bahan bakar bisa naik karena politik. Karena itu kita harus terlibat guna ikut mengendalikan kondisi ini,” kata Shohib.

Untuk mendorong kemenangan PKB di Kotim, maka Shohib meminta semua peserta Sekolah Politik menjadi Kader Penggerak dan berbaiat untuk menjadi ujung tombak PKB, memenangkan PKB di Kotim. (bag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here