Miris! Dipicu Cemburu Berlebihan, Penyebab Warga SP-3 Parenggean Gantung Diri

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Kematian M Rizki Ismail (20), warga SP-3 Desa Sumber Makmur RT 13 Kecamatan  Parenggean Kabupaten Kotim, yang tewas dengan cara gantung diri Jumat (23/2/2018), menyisakan duka bagi keluarga korban. Pasalnya, keluarga korban tidak mengira M Rizki Ismail senekat itu mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Ironisnya lagi, dari hasil penyelidikan anggota Polsek Parenggean korban ini nekat mengakhiri hidupnya hanya karena faktor cemburu berlebihan.

Kapolsek Parenggean AKP Donny ketika dikonfirmasi Kalteng Ekspres.com Sabtu (24/2/2018), mengatakan, hasil penyelidikan penyebab kematian korban murni karena gantung diri menggunakan seutas tali. Lantaran dari pemeriksaan hasil visum oleh petugas medis rumah sakit, tidak ada ditemukan tanda bekas kekerasan ditubuh korban. Melainkan hanya bekas jeratan tali dilehernya. Sementara penyebab korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri tersebut karena faktor kecemburuan berlebihan terhadap istrinya. 

“Itu dugaan sementara penyebab kematian korban. Hasil tersebut kita peroleh menurut keterangan beberapa saksi salah satunya adik ipar korban bernama Ana Maria. Saat ia kita mintai keterangan. Ia mengatakan kaka iparnya tersebut sering cemburuan terhadap istrinya. Terutama saat berbicara dengan pria lain,”ungkapnya. 

Menurut Donny, setelah dilakukan visum, saat ini jenazah korban sudah di serahkan kepihak keluarga untuk di makamkan.  

Sementara itu menurut keterangan Suroso warga setempat, sesaat sebelum ditemukan tergantung, korban yang kelahiran Boyoyali ini baik-baik saja. “Sebelum kejadian saat itu saya lagi membersihkan kayu tidak jauh dari rumah korban. Ya kurang lebih 15 meterlah. Saya melihat  korban mondar-mandir di rumah kosong yang berada di belakang rumahnya itu,”ungkapnya. 

Ketika itu korban ini lanjut dia, terlihat  mondar-mandir sambil mengoreng telur. Setelah menggoreng telur korban beranjak lagi kerumah kosong tersebut.

“Tidak berapa lama di susul oleh istrinya yang bernama Nofia Febriani ke rumah kosong tersebut. Saat itu terdengar teriakan histeris minta tolong dari sang istri. Kami terkejut dan langsung berlari kerumah kosong tersebut. Setelah kami masuk ternyata melihat sudah dengan posisi tergantung di tali dengan celana basa akibat air seni nya keluar,”paparnya.

Diterangkannya, sesaat setelah ditemukan tergantung, jenazah korban langsung dievakuasi. Saat itu kondisinya masih bernapas. Kemudian korban di rujuk ke Rumah Sakit Umum Pratama di Kecamatan Lerenggean “Setelah di periksa oleh pihak RSU Pratama ini, korban sudah meninggal dunia,”bebernya. (MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here