Home / Kotim

Rabu, 3 Januari 2018 - 21:40 WIB

Tuding PT MJSP Garap HTR, Warga Ramban Mengadu ke DPRD Kotim

SAMPIT,KaltengEkspres.com –  Sejumlah warga Desa Ramban Kecamatan Mentaya Hilir Utara mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rabu (3/1/2018). Kedatangan sejumlah warga ini untuk mengadukan PT MJSP terkait dugaan memanfaatkan izin hutan tanaman rakyat (HTR) dengan mengatasnamakan masyarakat untuk bisa menggarap lahan buat kepentingan perusahaan setempat. Kedatangan warga ini disambut langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kotim Supriadi.

Warga Desa Ramban saat mengadu ke DPRD Kotim dan disambut langsung oleh Wakil Ketua Supriadi.

Salah seorang dari warga yang mengadu bernama Sugian mengatakan, laporan pengaduan yang disampaikan pihaknya ini untuk menyikapi permasalahan yang sebelumnya tidak ada titik penyelesaianya. Lantaran sebelumnya kata dia, pihaknya telah melakukan pemortalan di wilayah perkebunan PTMJSP. Karena pihaknya  merasa di rugikan akibat ulah perusahaan yang memanfaatkan masyarakat untuk menggarap lahan di daerah setempat.

Baca Juga :  Wah!! Ribuan Pelajar di Katingan Dibekali Manasik Haji

“Sampai saat ini perizinan perusahaan yang kita ketahui baru mengantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) yang di keluarkan oleh Pemkab Kotim sehingga di duga melanggar Undang-Undang  RI No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberatasan perusakan hutan, karena belum mngantongi ijin pelepasan kawasan hutan dan HGU. Namun pihak perusahaan telah melakukan aktivitas sebelum mendapat perizinan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com Rabu (3/1/2018).

Baca Juga :  Polres Seruyan OTT Empat ASN dan Honorer Bappeda

Menyikapi masalah ini, Wakil Ketua I DPRD Kotim H. Supriadi berjanji akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) sesuai dengan permintaan masyarakat  setempat, supaya permasalahan ini dapat diselesaikan. “Kita akan memanggil perusahaan nakal tersebut, apalagi PT.MJSP ini juga diduga tidak mengantongi izin HGU dan izin Pelepasan Kawasan Hutan . Karena izinnya sesuai yang kita ketahui hanya sebatas IUP,”papar Supriadi. (MR)

Share :

Baca Juga

Kotim

Persit Lindungi Satgas TMMD dari Covid-19

Kotim

Dua Penjambret di Komplek Pepabri Diringkus Polisi

Kotim

Tim Gabungan Bongkar Pabrik Miras Pal 11

Kotim

Rawan Pencemaran, Aktivitas Jual Limbah Sawit PBS di Pelabuhan Pelindo Disorot Aktivis

Kotim

Begini Kronologis Lakalantas Yang Menewaskan Remaja Bali

Kotim

Empat Pengedar Sabu Kotim Diringkus Polisi

Kotim

Duh!! Hanya Karena Diputus Pacar, Siswa di Kotim Nekat Palu Kepala Hingga Sobek

Kotim

Kecamatan MHU Bakal Bangun Wisata Sejarah Kerajaan Sungai Sampit
error: Content is protected !!