Home / Kotim

Kamis, 11 Januari 2018 - 19:37 WIB

Sebagian Warga Ujung Pandaran Tetap Menolak Direlokasi

SAMPIT, KaltengEkspres.com– Rapat Dengar Pendapat (RDP)  yang digelar di DPRD Kotim beberapa waktu lalu, terkait relokasi warga yang tinggal di Pantai Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit ternyata belum memuaskan sebagian warga.

Pasalnya, sebagian warga setempat masih bersikukuh menolak untuk direlokasi. Lantaran beralasan relokasi ini  justru akan merugikan mereka. Upik, salah seorang warga setempat mengungkapkan, pihaknya yang belum pindah telah sepakat untuk menolak keras upaya relokasi tersebut.

Baca Juga :  Amankan Natal dan Tahun Baru, Basarnas Kerahkan Tiga Unit Kapal SAR

“Jika alasan merelokasi kami hanya karena abrasi itu bukan alasan, sekarang abrasi sudah tidak terjadi, kalau dulu ada itu juga karena proyek coba-coba penahan gelombang yang gagal,” tegasnya.

Menurutnya warga yang sudah terlanjur pindah juga menyesal karena kondisi di tempat relokasi sangat tidak nyaman, hal itu juga menyangkut tidak adanya pengunjung yang singgah di kawasan relokasi untuk berbelanja hasil olahan ikan seperti sewaktu mereka masih di lokasi awal. “Ini juga menyangkut akses ekonomi masyarakat dibanding saat masih tinggal di kawasan pantai,”ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Serahkan 178 Tabungan BRS Bagi Dua Kelurahan

Pihaknya bertekad terus bertahan di lokasi semula, karena merasa hanya di tempat itu bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan adanya penghasilan. Sementara jika di tempat relokasi usaha mereka justru mati. (FR)

Share :

Baca Juga

Kotim

Pertandingan Bola Voli Meriahkan Lokasi TMMD

Kotim

Pindah Tugas, Kompol Wiwin Pamit Kepada Anggotanya

Kotim

Peduli Nutrisi Balita, Persit KCK Cabang XLI Bagikan Ini

Kotim

TMMD Reguler ke-109 Kodim 1015/Spt Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Kotim

Dua Pelaku Penganiaya Anak di Sampit Dijerat Pasal Berlapis

Kotim

Anggota Satgas TMMD dan Warga Kompak Pasang Tiang Jembatan

Kotim

Buaya Panjang 4 Meter Masuk Kebun Warga

Kotim

Persit Lindungi Satgas TMMD dari Covid-19
error: Content is protected !!