Ironis! Tak Didampingi Ayahnya, Bocah Penderita Gizi Buruk Hembuskan Napas Terakhir

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Korban penderita gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin  Pangkalan Bun bernama Yani (6) akhirnya menghembuskan napas terakhir, Rabu (17/1/2018) malam.

Korban diketahui petugas rumah sakit setempat meninggal sekitar pukul 18.30 Wib. Ironisnya kepergian korban ini tanpa didampingi ayahnya yang pergi melarikandiri dua pekan yang lalu dari rumah sakit setempat.

Menurut keterangan petugas rumah sakit setempat, sebelum meninggal Yani sempat berbicara dan menanyakan dengan para relawan yang menjaganya tentang keberadaan orang tuanya tersebut. Karena orang tua Yani sampai sekarang belum di ketahui keberadaannya usai melarikandiri dua pekan lalu.

“Ia ini sebelumnya telah diberikan penangan khusus menggunakan alat bantu pernapasan. Kondisi terakhir sempat bermain bersama kami relawan Kobar,”ungkap Udin salah seorang anggota Relawan Kobar yang turut membantu Yani saat berada di ruangan tempat korban di rawat Rabu (17/1/2018).

Sementara itu menurut salah seorang dokter yang menangani Yani. Korban ini meninggal karena penyakitnya terakhir kambuh dan terinfeksi paru serta jantung. Itu dibuktikan setelah ditangani beberapa hari terakhir Yani sempat mengeluarkan pendarahan dari mulut.

Sedangkan pantauan Kalteng Ekspres.com di lapangan, jenazah korban telah dikremasi. Rencananya jenazah korban disemayamkan di komplek pemakaman Katolik yang berada di Pangkalan Lima Kelurahan Baru besok hari. (dre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here