Tuntut Kejelasan Uangnya, Nasabah CU-EPI Nyaris Mengamuk

SAMPIT,KaltengEkspres.com – Puluhan nasabah Credit Union Eka Pambelum Itah (CU-EPI) nyaris mengamuk saat mendatangi Kantor CU-EPI yang berada di Jalan A. Yani Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (13/12/2017). Puluhan nasabah ini mendatangi kantor setempat untuk menuntut pengembalian uang mereka yang belum ada kejelasan hingga saat ini.

Salah seorang nasabah Saniel mengatakan, dirinya ikut datang ke kantor setempat untuk  menuntut pengembalian uangnya yang sebelumnya disimpan di CU-EPI. Karena selama satu tahun ini, belum ada kejelasan terkait uangnya yang ditabung di CU-EPI tersebut.

“Ini sudah kesekian kalinya kami menuntut uang kami dikembalikan. Karena sampai saat ini terabaikan dan belum ada kejelasan. Masa kami mengambil uang sendiri gak bisa,”ungkapnya saat dimintai keterangan di Kantor CU-EPI, Rabu (13/12/2017).

Ia menjelaskan, permasalahan tersebut sebelumnya sudah dilaporkan pihaknya ke Polres Kotim, bahkan hingga ke Polda Kalteng. Namun hingga kini oknum yang bertanggungjawab atas uang nasabah tidak pernah dimintai keterangan oleh kepolisian.  Karena sampai saat ini aparat kepolisian masih beralasan belum cukup bukti untuk mengusut kasus ini. Padahal lanjut dia, sudah jelas dengan bukti uang lenyap sebesar Rp 56 miliar tersebut, kasus ini sudah bisa diusut.

“Kalau memang kasus ini belum ada kejelasan. Kami akan menggelar demo ke Kantor DPRD Kotim awal bulan depan. Untuk menuntut oknum anggota dewan di instansi setempat bertanggung jawab terhadap uang kami para nasabah. Disamping itu meminta DPRD turut membantu mendorong mengusut kasus ini. Karena sebagai wakil rakyat harusnya bisa mendengarkan aspirasi rakyat,”pungkas Saniel.

Sementara itu Staf Mangement CU-EPI Dewi menerangkan, bahwa dirinya tidak bisa memberikan kejelasan terkait permasalahan keuangan CU-EPI. Lantaran untuk gaji karyawan pun masih belum ada kejelasan.  Bahkan saat ini menurut dia, banyak karyawan yang berhenti bekerja karena tidak digaji lagi.

Baca Juga :  DPO Polres Sidoarjo Dibekuk di Katingan

“Ya kami tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Kami yang bertahan di sinipun lantaran masih merasa ada tangungg jawab moral,” ujarnya kepada Kalteng Ekspres.com.

Sedangkan saat berupaya dikonfirmasi Ketua Pengurus CU-EPI Nono tidak berada di kantor setempat. Bahkan menurut keterangan staf pegawai setempat, sampai sekarang  keberadaannya belum diketahui.

Untuk diketahui, permasalahan ini terungkap berawal saat pihak manajemen CE-EPI mengaku mengalami kerugian cukup besar, sehingga tidak bisa mengembalikan uang nasabah sebesar Rp 56 miliar. Para nesabah pun mempertanyakan larinya uang tersebut. Namun dijawab tidak memuaskan oleh manajemen, sehingga akhirnya kasus berujung dilaporkan ke Polres Kotim dan Polda Kalteng.(MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here