Home / Kotim

Minggu, 5 November 2017 - 14:24 WIB

Waspada! Buaya Pemangsa Diduga Eksodus ke Daerah Lainya

SAMPIT, Kaltengekspress.com – Di saat sejumlah desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan lagi dihebohkan dengan kemunculan buaya pemangsa, Desa Jaya Karet yang merupakan desa pelopor kasus serangan buaya, dalam beberapa tahun terakhir justru mulai aman dari teror kemunculan buaya ganas tersebut. Diduga buaya pemangsa ini mulai eksodus ke daerah lainnya.
 Kendati demikian warga tetap dihimbau untuk waspada, mengingat predator tersebut diyakini masih membangun habitat di kawasan terdekat pulau lepeh tersebut.

 Kades terpilih Desa Jaya Karet, Pauji mengungkapkan, belakangan terakhir masyarakat Kecamatan Pulau Hanaut dihebohkan oleh seringnya muncul buaya berukuran besar yang menteror di pemukiman warga desa tersebut. Justru sebaliknya di Desa Jaya Karet sepi dari laporan kemunculan buaya.

 “Sejak musim rawan buaya seperti musim penghujan belakangan ini kami belum menerima adanya laporan warga melihat kemunculan buaya, tapi kami tetap meminta warga untuk waspada karena daerah kita adalah daerah habitat buaya yang pernah terjadi insiden memakan korban tahun-tahun yang lalu,” kata Pauji Sabtu (4/11/2017).

Baca Juga :  Berpacu dengan Waktu, Satgas TMMD Maksimalkan Pengerjaan Jembatan 




 Padahal tambahnya, desa tersebut merupakan desa yang semula dianggap paling rawan terjadi serangan buaya karena berdekatan dengan pulau lepeh dan pulau hanaut yang diyakini sebagai sarang buaya muara.

 Ia menduga hal itu disebabkan tingkat kewaspadaan yang tinggi dari masyarakat, sehingga tidak memberikan peluang bagi satwa dilindungi undang-undang tersebut untuk menyerang warga setempat. Salah satunya adalah adanya pagar pengaman bagi warga yang dibangun di hampir setiap pelabuhan sungai warga.

 “Warga tak mau sembarangan beraktifitas di sungai tanpa adanya pengaman,” tambah Pauji.

 Ia menduga buaya di sekitar perairan tersebut sebagian eksodus ke kawasan lain yang dianggap lebih memungkinkan mencari mangsa. Belakangan memang muncul laporan warga akan penampakan buaya berukuran besar seperti di kecamatan Pulau Hanaut yang membuat warga menjadi resah. Bahkan beberapa minggu lalu buaya berukuran besar sempat berada di teras rumah warga saat terjadi banjir di.kecamatan tersebut.

Camat Pulau Hanaut, Eddy Mashami beberapa waktu lalu juga  sempat menghimbau agar warga memasang jaring pengaman di sekitar rumah warga serta anjuran agar tidak membuat kandang unggas di samping atau di depan rumah karena akan mengundang kedatangan predator tersebut. (FR)

Share :

Baca Juga

Hukum Kriminal

223,65 Gram Sabu Dimusnahkan

DPRD Kotim

TMMD Diharapkan Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Kotim

Material TMMD Reguler Ke – 109 Dibawa Melalui Jalur Sungai

Kotim

Depresi Berat, Penyebab Pria Ketapang Gantung Diri

Kotim

Naas, Pelajar Kotim Tewas Laka Tunggal

Kotim

150 Personel TNI Dilibatkan di TMMD Pulau Hanaut

Kotim

DPRD Kotim Dukung TMMD Berkelanjutan dan Diperluas

Kotim

Di TMMD ke 109, TNI dan Warga Bahu-membahu Bangun Jalan Darurat