Home / Kotim

Rabu, 8 November 2017 - 14:25 WIB

Musim Pancaroba, Nelayan Kotim Tak Berani Melaut

SAMPIT, Kaltengekspres.com – Musim pancaroba seperti saat ini para nelayan mengurangi aktifitas di laut. Hal itu karena kondisi laut yang tidak menentu kadang teduh namun sewaktu-waktu bisa berubah menjadi berombak besar.
Anang Salam, seorang nelayan di Desa Sei Ijum Raya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mengaku, pihaknya bersama kelompok nelayan yang lain mengurangi aktifitas di laut. Hal itu untuk menghindari resiko berhadapan dengan kondisi laut yang ekstrim yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

“Kondisi laut sekarang sukar diprediksi karena musim pancaroba, bisa saja saat laut tenang tiba-tiba bergelimbang besar disertai angin kencang,” kata Anang Salam Selasa (7/11).

Musim pancaroba lanjutnya, dimulai sejak akhir Oktober dan diprediksi hingga bulan Januari mendatang. Pada musim seperti ini para nelayan ungkapnya lebih banyak beristirahat di rumah sambil menunggu musim teduh yang diperkirakan jatuh pada bulan Januari hingga 4 bulan sesudahnya.

Baca Juga :  Bapenda Mura Sebut Hanya Tiga Caleg Bayar Pajak Raklame
Selain kondisi air laut yang bisa cepat berubah, arah angin yang tidak menentu pun bisa menyebabkan kondisi air laut juga berubah cepat seperti berubah menjadi keruh karena berubahnya arus laut. Kondisi tersebut menyebabkan ikan yang biasa mereka tangkap akan eksodus ke wilayah lain di lautan hingga hasil tangkapan menurun drastis.

“Saat ini hasil tangkapan berupa ikan kecil dan udang jenis tiger,” katanya. Jenis tangkapan laut tersebut menurutnya masih kurang nilai jualnya dibanding jenis udang tenggara dan ikan kembung yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Untuk ikan yang kecil kebanyakan kami buat menjadi ikan asin agar lebih tahan lama sebagai stok,” katanya. Kendati demikian kelompok nelayan yang memiliki kapal lebih besar masih berani melaut. Kapal yang lebih besar dianggap lebih tahan terhadap kondisi laut yang ekstrim.

Pantauan Kalteng Ekspres.com , Selasa (7/12) kegiatan pengasinan ikan yang berukuran kecil terlihat marak. Hampir setiap rumah nelayan di kawasan Sei Ijum Raya melakukan aktifitas pembuatan ikan kering. Ikan olahan tersebut dianggap lebih tahan lama jika tak dilepas ke penampung. (FR)

Share :

Baca Juga

Kotim

Tragis…Terlindas Ban Grader, Karyawan PT. BHL Tewas Mengenaskan

Kotim

Mahasiswa Kotim Tertarik Dengan Program TMMD

Kotim

Polres Kotim Gagalkan Peredaran 63 Jenis Kosmetik Illegal

Kotim

Gasak Sarang Walet, Pemuda Antang Kalang Ditangkap Polisi

Kotim

Sopir Truk Menewaskan Pasutri Diamankan Polisi

Kotim

Polres Kotim Bantu Korban Banjir Kalsel

Kotim

Naas!! Jatuh Tersenggol, Tiga Pengendara Terkapar, Satu Tewas Terlindas

Kotim

Hendak Dipasok ke Sampit, Pengiriman Ratusan Ribu Butir Zenith Digagalkan Petugas Bandara Ahmad Yani Semarang
error: Content is protected !!