Home / Kotim

Kamis, 9 November 2017 - 17:43 WIB

Banyak Tak Masuk Data, PSK Pal 12 Merasa Dirugikan

SAMPIT, Kaltengekspres.com – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), untuk menutup komplek Lokalisasi Pal 12 di Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit Kabupaten Kotim akhir tahun ini, menuai polemik dari sejumlah penghuni lokalisasi ini.

Pasalnya, sejumlah PSK menyebut, masih banyak penghuni setempat yang tidak masuk data untuk dipulangkan. Sehingga, membuat sebagian PSK ini tidak terima dan berencana mengajukan protes.

“Kami merasa dirugikan, karena belum masuk data dari 239 orang yang akan dipulangkan itu. Kami berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kotim agar melakukan pendataan ulang,”ujar salah seorang PSK berinisial Yi kepada Kalteng Ekspres.com Kamis (9/11/2017).

Baca Juga :  Diterpa Angin, Pohon Tumbang Menimpa Mobil Warga

Menurut dia, dari jumkah 239 PSK yang masuk data Dinas Sosial (Dinsos) Kotim, masih ada sekitar 40 persen yang belum terdata, termasuk dirinya. Jumlah ini tergolong banyak, sehingga membuat pihaknya sangat dirugikan bakal tidak mendapatkan pesangon dari pemerintah.

Terpisah Kepala Dinsos Kotim Agus Tripurna mengatakan,  bahwa pendataan tersebut telah dilakukan pada bulan Agustus 2017 lalu. Data tersebut sudah final. Sehingga total yang dipulangan nanti fixnya sebanyak 239 orang.

“Nama-nama PSK sebanyak 239 ini juga sudah kami kirim ke Kementerian Sosial RI,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com Kamis (9/11/2017).

Sementara itu dengan masih banyaknya tidak masuk data penghuni PSK ini, diindikasi bakal menyebar tinggal di wilayah Kotim. Sehingga dampaknya, dikwatirkan bisa menimbulkan prostitusi terselubung yang beraksi di rumah kontrakan dan warung remang-remang serta losmen dan hotel. Kondisi ini menuai sorotan dari sejumlah tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Terciduk Jual Sabu, Sopir Truk Diringkus Polisi

“Pemda Kotim harus benar-benar jeli dalam menyikapi hal ini. Setelah dilakukan penutupan komplek lokalisasi itu, ke depan harus ada pengawasan terhadap keberadaan PSK baik yang dipulangkan atau yang masih tersisi. Jika ini dibiarkan tanpa ada pengawasan dikwatirkan, ke depan akan memunculkan maraknya prostitusi terselubung di Kotim,”ungkap salah seorang tokoh masyarakat Kotim bernama Yusran kepada Kalteng Ekspres.com Kamis (9/11/2017). (MR/HM)

Share :

Baca Juga

Kotim

Tanpa Beban, Warga Dan TNI Menikmati Semua Proses

Kotim

Camat Harapkan Remaja Kotim Giat Membaca

Kotim

Peringati HUT RI, PT KMB Gelar Upacara Bendera dan Turnamen Olahraga

Kotim

BPJS Kesehatan Sampit Buka Layanan Pendaftaran melalui Aplikasi Whatsapp

Kotim

Tragis, Niat Jenguk Istri Melahirkan, Pengendara Motor Tewas Disambar Avanza

Kotim

Sering Teror Ternak,Ular Piton Ini Ditangkap Warga

Kotim

Usut Kasus Nur Fitri, Penyidik Polda Bakal ke Kotim

Kotim

Pos Terpadu Diharapkan Bisa Atasi Permasalahan Desa
error: Content is protected !!