Usai Jalani Operasi, Bocah 8 Tahun di Kobar Meninggal

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com -Pasangan suami istri (Pasutri) Dedi Priyadi (31) dan Riyana (28) tidak bisa menyembunyikan raut kesedihan di wajahnya. Kedua Pasutri ini harus merelakan kepergian anak satu-satunya yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD), lantaran meninggal seusai menjalani operasi pemasangan pen di kaki kanannya di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pada Rabu (4/10/2017) lalu. 

Kejadian ini tentu saja membuat luka mendalam bagi keduanya. Sehingga meminta pihak rumah sakit untuk bertanggungjawab atas meninggalnya anaknya tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, peristiwa ini terjadi saat anaknya yang bersekolah di SD Negeri Mendawai 1 bernama Zacky Arya Pratama ini mengalami kecelakaan patah kaki kanannya pada bulan Maret 2017 lalu.

Awalnya, korban hanya menjalani pengobatan alternatif, dan sudah bisa ditangani. Kemudian bisa berjalan dan masuk sekolah. Namun sebulan berlalu, saat bermain, korban ini terjatuh lagi sehingga luka dikakinya kembali dan bertambah parah. Kemudian disarankan untuk berobat ke rumah sakit. 

Saat itu korban terpaksa dirujuk ke rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan intensif pada tanggal 3 Oktober 2017. Pada tanggal 4 Oktober korban ini menjalani operasi pemasangan pen di kaki kananya. 

Entah seperti apa prosesnya, setelah menjalani operasi tersebut, sekitar pukul 18.15 Wib, kondisi korban lemah dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada hari itu. Sehingga membuat pihak keluarga menjadi kaget dan larut dalam kesedihan.

“Sampai saat ini belum ada penjelasan secara medis penyebab meninggalnya anak kami Zacky. Kami merasa kecewa dengan pihak Rumah Sakit. Dan rencananya akan membawa kasus ini ke jalur hukum,”ujar ayah korban Dedi kepada sejumlah awak media Sabtu (6/10/2017). 

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Porak Porandakan 2 Rumah dan 1 Sekolah di Kobar

Terpisah Plt RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Ahmad Faozan saat dikonfirmasi, belum bisa memberikan keterangan konkrit terkait kejadian tersebut. Ia hanya berencana akan memediasi pertemuan antara orang tua korban dengan dokter yang menangani operasi sebelumnya.(hm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here