Diduga Banyak Fiktif, Pemkab Diminta Tak Perlu Datangkan Ternak Dari Luar Daerah

SAMPIT, Kaltengekspres.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kotim,agar tidak lagi mendatangkan kebutuhan ternak dan beras dari luar daerah. Melainkan, seharusnya memperkuat pengelolaan dan pembudidayaan sektor peternakan dan pertanian yang ada. Sehingga produksinya bisa meningkat.

Hal ini menyusul beredarnya isu pengadaan ternak di Kabupaten Kotim banyak yang tidak tepat sasaran dan fiktif. Ungkapan tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotim Sarjono kepada Kalteng Ekspres.com Senin (9/10/2017). 

Menurut Sarjono, jika pengelolaan dan pembudidayaan sektor peternakan dan pertanian ini serius dilaksanakan. Maka tentu sudah sejak lama Kabupaten Kotim ini swasembada pangan. Hanya saja kata dia, lantaran Pemda masih kurang serius dalam memperkuat pengelolaannya, membuat Kabupaten Kotim sampai saat ini masih mendatangkan kebutuhan daging dan beras dari luar daerah.

“Kalau pengelolaan sektor pertanian itu serius. Pasti pertanian padi yang berada di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit telah mampu mencukupi kebutuhan beras kita. Atau paling tidak mengurangi mendatangkan beras dari luar daerah,”tegas Sarjono.

Buktinya lanjut dia, sampai sekarang masih saja kebutuhan beras paling besar didatangkan dari luar daerah. Apalagi kebutuhan daging sapi dan kambing. Padahal kata dia, pada saat hari-hari besar seperti keagamaan, sapi dan kambing sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kalau Kotim memiliki ternak sapi dan kambing sendiri maka tidak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah,”paparnya.

Maka dari itu dirinya mengharapkan Pemda Kotim agar serius dalam menangani perternakan dan pertanian di Kabupaten Kotim. Karena sebenarnya tidak ada kendala dalam hal ini, tergantung keseriusan Pemdanya, lantaran semuanya sudah ada baik lahan maupun tenaga yang ahli dibidang tersebut. Begitu juga dengan pakan ternaknya, tidak ada masalah, bahannya sudah siap.

“Semua sudah tersedia tinggal keseriusan Pemda saja lagi. Untuk tenaga ahlinya kita rekrut putra – putri daerah kita. Banyak, maupun calon serjana kita di Kotim yang bisa dimanfaatkan untuk daerah ini,”jelasnya.

Sarjono menambahkan, cara supaya sapi, kambing dan beras tidak lagi didatangkan dari luar daerah, yaitu dengan membentuk program kelompok tani dan PPL di setiap desa. Dari DPRD Kotim menurutnya siap untuk membantu.

“Kami siap untuk membantu penganggaran sehingga sapi, kambing dan beras untuk kedepanya kita bisa menggunakan produk lokal,”tandasnya. (MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here