



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Kebersamaan antara tokoh masyarakat, seperti mantir, damang, kepala adat, dinilai sangat penting untuk tetap terjalin erat di massa Pandemi Covid-19 yang melanda Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini.
Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mengajak para pemangku adat dan seperti mantir, damang, kepala adat untuk bersama-sama memulihkan kondisi Kalteng, baik dalam sektor perekonomian maupun kesehatan.
“Kita harapkan para pemangku adat bisa berpartisipasi dalam menjaga kebersamaan, khususnya di lingkup masyarakat. Hal ini penting, karena karena seluruh pihak harus bersinergi dalam membangun Kalteng,” kata H. Sugianto Sabran, Jum’at (21/8/2020)
Sugianto mencontohkan, dalam sektor kesehatan, para Tokoh Masyarakat harus dapat menjadi contoh bagi masyarakatnya, dalam menerapkan protokol kesehatan. Apalagi saat ini, sejumlah sanksi social maupun sanksi administrasi telah diatur dalam Peraturan Gubernur nomor 43 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.
Artinya, dengan konsep tersebut, para Tokoh Masyarakat juga telah ikut andil dalam mengurangi beban para tenaga medis yang telah berjuang menyembuhkan para pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Melalui mentaati protokol kesehatan ini, maka secara langsung bisa menekan angka penyebaran. Ketika angkanya ditekan, berarti penyebaran masif dari Covid-19 juga bisa semakin cepat tertangani,” ucapnya.
Sugianto berharap, dengan adanya sinergi antar seluruh elemen masyarakat, pemerintah, TNI dan Polri, dapat menekan jumlah kasus positif Covid-19 di Kalteng. Sehingga, Kalteng dapat terbebas dari Pandemi Covid-19. (Ra)