Siap Kawal Komitmen Direktur Perumdam Maruang

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Gunung Mas Nomi Aprilia

KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Gunung Mas Nomi Aprilia mendukung komitmen dari Direktur Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gumas Hendra Toendan, yang akan menargetkan pelayanan air bersih mengalir selama 24 jam.

“Kami menyambut baik dan siap untuk mengawal komitmen yang menargetkan layanan air bersih selama 24 jam. Namun itu tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus dapat diwujudkan melalui kerja nyata yang dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ucap Nomi, Rabu (1/7).

Menurutnya, kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin Perumdam Maruang Duhung pada periode 2026-2031 itu merupakan amanah besar, sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh.

“Masyarakat tidak lagi sekadar laporan yang baik, tetapi pelayanan air bersih selama 24 jam adalah harapan mereka, khususnya di Kota Kuala Kurun,” jelasnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan, target layanan air bersih 24 jam harus dibuktikan dengan langkah konkret di lapangan. Pelanggan berhak menikmati distribusi air lancar, kualitas air layak, tekanan air stabil, dan penanganan gangguan yang cepat dan profesional.

“Targetnya itu sangat baik, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret. Jangan sampai persoalan air tidak mengalir dan kebocoran jaringan pipa terus berulang. Pelayanan publik harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menilai pernyataan terkait perlunya modernisasi instalasi pengolahan air serta penggantian jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun menjadi merupakan langkah yang tepat. Akar dari persoalan pelayanan air bersih selama ini memang tidak dapat dilepaskan dari kondisi infrastruktur yang tidak lagi optimal.

“Upaya modernisasi harus jadi perhatian bersama. Kami siap mengawal dan mendorong pemerintah daerah, agar kebutuhan pengembangan sarana dan prasarana Perumdam dapat menjadi prioritas, demi kepentingan masyarakat luas,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi upaya Perumdam Maruang Duhung yang telah membuka ruang partisipasi dari masyarakat melalui layanan pengaduan. Itu akan menjadi kunci mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan, baik itu kebocoran jaringan hingga praktik pencurian air yang sangat merugikan pelanggan.

“Kami mengajak masyarakat ikut mengawasi dan segera melaporkan apabila menemukan kebocoran maupun penyalahgunaan sambungan air. Semakin cepat informasi diterima, maka semakin cepat juga tindakan dapat dilakukan,” ajaknya. (Ra)

Berita Terkait
<