Pemkab Kotim Tinjau Ulang HPS Proyek Pembangunan

Pj) Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Umar Kaderi

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Dinamika harga bahan bakar minyak (BBM) yang mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir turut memberikan dampak pada mekanisme perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bergerak cepat melakukan penyesuaian teknis agar seluruh program pembangunan tetap berjalan sesuai ketentuan dan kondisi riil di lapangan.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kotawaringin Timur diketahui melakukan peninjauan ulang terhadap Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebelum proses pengadaan dan lelang dimulai.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan setiap perhitungan anggaran tetap akurat dan sesuai perkembangan harga barang dan jasa terkini.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, menyampaikan bahwa penyesuaian tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas tata kelola pembangunan daerah, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Menurutnya, sejumlah paket kegiatan yang telah direncanakan sejak tahun 2025 harus menyesuaikan kembali dengan kondisi terbaru pada saat akan dilelang pada 2026, seiring perubahan harga BBM yang berdampak pada biaya distribusi dan operasional di lapangan.

“Beberapa kegiatan sebenarnya sudah matang secara perencanaan sejak 2025, namun karena adanya penyesuaian harga BBM, maka HPS perlu kami sesuaikan kembali agar tetap realistis dan sesuai kondisi pasar,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan, penyesuaian ini bukan hambatan, melainkan bagian dari proses adaptif dalam pengelolaan keuangan daerah agar setiap kegiatan tetap dapat berjalan efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini bagian dari dinamika yang harus kita ikuti. Prinsipnya agar pelaksanaan kegiatan tetap sesuai aturan dan tidak menimbulkan kendala di kemudian hari,” tambahnya.

Saat ini, seluruh OPD di lingkungan Pemkab Kotawaringin Timur telah menyesuaikan kembali perhitungan anggaran berdasarkan harga terbaru di pasaran. Dengan langkah tersebut, proses pengadaan diharapkan segera berjalan kembali dan tidak mengganggu jadwal pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Di sisi lain, Pemkab Kotawaringin Timur juga tetap menjaga fokus pembangunan pada program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, pemerintah berupaya memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal.

“Fokus kita tetap pada program yang berdampak langsung kepada masyarakat, terutama di bidang pelayanan dasar dan infrastruktur,” ujar Umar. (to)

Berita Terkait