



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya menjaga kualitas infrastruktur yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Salah satu langkah yang saat ini dilakukan adalah pemeliharaan Jembatan Patah yang terletak di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan MB Ketapang, yang selama ini menjadi akses penting bagi warga dan pengguna jalan.
Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, pekerjaan pemeliharaan jembatan tersebut kini telah memasuki tahap pelaksanaan.
Pemerintah daerah berharap perbaikan ini dapat menjaga fungsi jembatan tetap optimal sambil menunggu pembangunan yang lebih permanen pada masa mendatang.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan, seluruh proses administrasi dan kontrak pekerjaan telah selesai dilaksanakan. Saat ini, pihak pelaksana tengah melakukan persiapan dan pengadaan material untuk mendukung pekerjaan di lapangan.
“Pekerjaan pemeliharaan Jembatan Patah sudah berjalan. Kontraknya sudah selesai dan saat ini masuk tahap pelaksanaan. Berdasarkan laporan dari PPK, rekanan sudah mulai menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan,” ujar Mentana, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bukan studi kelayakan ataupun pembangunan baru, melainkan pemeliharaan terhadap bagian-bagian jembatan yang mengalami penurunan kondisi akibat usia konstruksi dan penggunaan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Menurutnya, fokus pekerjaan berada pada perbaikan bangunan lantai jembatan yang menjadi bagian paling vital dalam mendukung keselamatan pengguna jalan. Sejumlah komponen yang mengalami kerusakan akan diperbaiki maupun diganti agar jembatan tetap dapat difungsikan dengan baik.
“Yang diperbaiki terutama bagian bangunan lantainya secara menyeluruh. Material seperti kayu-kayu yang sudah mengalami penurunan kualitas maupun pelat besi akan dilakukan perbaikan dan penggantian sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Keberadaan Jembatan Patah memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari, distribusi barang, maupun akses menuju berbagai kawasan di sekitarnya. Karena itu, pemeliharaan dinilai menjadi langkah strategis untuk mencegah kerusakan yang lebih besar sekaligus menjaga keamanan pengguna jalan.
Pemerintah daerah juga menyadari bahwa kondisi infrastruktur yang baik memiliki dampak langsung terhadap kelancaran perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, pemeliharaan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan fasilitas publik tetap berfungsi dengan baik.
Mentana berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu sehingga masyarakat dapat kembali menikmati akses yang lebih aman dan nyaman. Ia optimistis perbaikan yang dilakukan mampu memperpanjang usia layanan jembatan hingga program pembangunan yang lebih komprehensif dapat direalisasikan.
“Mudah-mudahan hasil pemeliharaan ini bisa membuat kondisi jembatan tetap bertahan dan berfungsi dengan baik sampai nantinya dilakukan pembangunan yang lebih permanen,” tandasnya. (to)