



Untuk Antisipasi Banjir Setiap Musim Penghujan
SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat infrastruktur perkotaan dalam upaya mengantisipasi potensi banjir dan meningkatkan kualitas ruas jalan.
Tahun ini, Pemkab Kotim melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman menyiapkan dua paket pekerjaan utama pembangunan drainase di kawasan Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut, Sampit.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kabupaten Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan, program pembangunan drainase tahun ini tidak hanya menyasar titik-titik lingkungan, tetapi juga fokus pada jalur utama perkotaan yang memiliki tingkat aktivitas dan mobilitas tinggi.
“Untuk tahun ini ada beberapa pekerjaan drainase, namun yang utama adalah di DI Panjaitan dan Tjilik Riwut. Itu menjadi pekerjaan drainase utama, sementara di jalan lingkungan juga tetap ada, tetapi skala kecil,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, untuk drainase di DI Panjaitan akan dikerjakan dari Jembatan Sei Mentawa hingga Pelita. Sementara dua paket pekerjaan utama tersebut masing-masing berada di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut dengan estimasi anggaran sekitar Rp7–8 miliar per paket.
“Kurang lebih dua paket itu masing-masing sekitar 7 sampai 8 miliar. Jadi satu paket itu sekaligus drainasenya dan perbaikan jalannya,” jelasnya.
Untuk kegiatan di ruas Jalan Tjilik Tiwut tidak hanya mencakup pembangunan saluran drainase, tetapi juga perbaikan dan peningkatan kualitas badan jalan di lokasi yang sama.
Saat ini lanjut dia, kedua paket pekerjaan tersebut dalam proses persiapan lelang yang diperkirakan dimulai pada bulan Juni. Jika proses berjalan sesuai jadwal, maka pada pertengahan Juli sudah dapat dilakukan penandatanganan kontrak dan pekerjaan fisik bisa segera dimulai.
“Kalau lelang sekitar satu bulan, jadi kemungkinan pertengahan Juli sudah kontrak dan langsung mulai pekerjaan di lapangan,” tambahnya.
Untuk Jalan Tjilik Riwut, penanganan drainase akan dilakukan secara bertahap dengan fokus awal sepanjang kurang lebih 600 meter pada titik-titik yang dinilai paling membutuhkan penanganan.
“Untuk tahap awal di Tjilik Riwut sekitar 600 meter dulu, dari arah Wengga Metropolitan menuju ke arah kota. Ini akan kita tangani bertahap sesuai kebutuhan lapangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Jalan DI Panjaitan dan Tjilik Riwut menjadi salah satu prioritas karena merupakan akses utama keluar masuk Kota Sampit yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi.
Selain itu, kondisi drainase yang belum optimal kerap menjadi salah satu faktor munculnya genangan saat curah hujan tinggi.
“Jalan Tjilik Riwut ini akses utama masuk ke Sampit. Jadi perlu peningkatan kapasitas, baik jalan maupun drainasenya agar tidak terjadi genangan saat hujan,” tegasnya.
Hal serupa juga berlaku untuk Jalan DI Panjaitan yang menjadi salah satu koridor penting di wilayah perkotaan. Peningkatan drainase di kawasan tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir lokal yang kerap terjadi pada musim hujan.
Dengan adanya program ini, Pemkab Kotim berharap penanganan drainase terpadu dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, tidak hanya dalam hal pengendalian banjir, tetapi juga peningkatan kenyamanan dan kelancaran transportasi di kawasan perkotaan Sampit. (to)