



Masuk 75 Besar ADWI 2023, Telah Dikunjungi Kemenparekraf RI
PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Desa Wisata Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai dilirik Pemerintah Pusat.
Objek wisata desa yang kental dengan nuansa tradisional adat Dayak ini berhasil masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023.
Bahkan, pada Kamis (22/6/2023) lalu, desa wisata ini telah dikunjungi Perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI), dalam rangka visitasi.
Kepala Desa Pasir Panjang, Tamel Otol mengatakan, desa yang dipimpinnya ini memiliki Luas wilayah kurang lebih 20, 200 KM dengan jumlah penduduk 11,000 jiwa.


Di Desa ini telah berdiri rumah betang dan Balai Hindu Kaharingan. Hal itu mencerminkan kentalnya masyarakat mempertahankan adat istiadat di desa setempat.
Tidak hanya itu, di desa ini juga kerukunan antar umat beragama terjalin dengan baik. Itu dibuktikan dengan berdirinya Masjid, Gereja dan Balai Hindu Kaharingan yang dibangun berdampingan.
“Desa Pasir Panjang memiliki keunikan yang perlu digali sebagai objek tujuan wisata di Kobar,”ungkap Tamel, saat dimintai keterangan, Senin (26/6/2023).
Senada diutarakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kobar Wahyudi. Menurut Wahyudi, Desa Pasir Panjang telah dijadikan salah satu destinasi wisata Kabupaten Kobar dari sisi budaya.
Lantaran di desa ini, kental dengan nuansa tradisional etni Dayak, yakni dengan berdiri megahnya bangunan rumah Betang.
“Karena itu, tahun ini Desa Pasir Panjang berhasil masuk 75 besar ADWI,”ucap Wahyudi saat dimintai keterangan, Senin (26/6).
Sementara itu, sebelumnya, Pj Bupati Kobar Budi Santosa mengucapkan terimakasih atas ditetapkannya Desa Wisata Pasir Panjang menjadi salah satu dari 75 desa dalam ADWI 2023.
“Bahkan kita telah kedatangan tamu dari Kemenparekraf RI, yang telah memberikan penghargaan dua kali ADWI di Kobar. Dan yang kedua ini di Desa Pasir Panjang. Tentu, kami atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat yang ada di Kobar menyampaikan terimakasih atas penilaiannya,” kata Budi Santosa saat menyambut dan menerima kedatangan Direktur Tata Kelola Destinasi, dari Kemenparekraf RI Indra Ni Tua, ketika mengunjungi Rumah Betang di Desa Pasir Panjang, Kamis (22/6).
Budi menyebutkan, di Desa Pasir Panjang ini ada berbagai keunggulan yang dimiliki. Yakni selain Rumah Betang, juga kehidupan Bhineka Tunggal Ika di era kondisi saat ini.
“Ini dibuktikan dengan dibangunnya tempat ibadah sejumlah agama yang berdampingan, dan tempat makam semua disediakan sesuai dengan kepercayaan agama masyarakat. Sehingga keberagaman ini harus dijaga betul,” tuturnya.
Budi Santosa berharap, Desa Wisata Pasir Panjang bisa meraih nilai terbaik dalam ajang ADWI 2023, sehingga dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kobar.


Sedangkan saat meninjau Rumah Betang Desa Pasir Panjang, Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua mengatakan, bahwa Desa Wisata Pasir Panjang memiliki sejumlah destinasi wisata yang sangat menarik, sehingga dari 4.573 Desa se Indonesia, Desa Wisata Pasir Panjang masuk 75 besar.
“Sudah dua tahun berturut-turut, Desa Wisata yang diajukan Pemkab Kobar ini masuk nominasi ADWI, pertama Desa Wisata Sei Sekonyer dan tahun ini yaitu Desa Wisata Pasir Panjang. Tentu kami sangat apresiasi untuk masyarakat Kotawaringin Barat,” ujarnya, Kamis (22/6).
Sejumlah hal menarik ada di desa Wisata Pasir Panjang, salah satunya keberadaan Klinik Orangutan, kemudian wisata alam dan budayanya.
“Di desa ini ada klinik Orangutan. Tidak semua Desa ada, dan ini menjadi atraksi yang menarik. Karena saat ini, orang semakin sadar bahwa hewan adalah bagian dari kehidupan,” sebutnya.
Tentu ini kampanye positif tidak hanya untuk Kobar, Provinsi Kalimantan Tengah, akan tetapi Indonesia, dan ini akan menjadi Citra positif. Karena bisa bekerjasama dengan ahli dalam merawat Orangutan.
“Jadi, tinggal bagaimana mengemasnya dan mengelolanya, sehingga yang bekerja tetap dapat menjalankan pekerjaannya dengan baik, dan hewan juga tetap nyaman. Karena, kalau Wisata Edukasi itu biasanya wisatawan akan lebih lama tinggal dan ini akan menjadi income yang besar,”ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, ada juga wisata budaya yakni contoh keberagaman yang disebut dengan Bhineka Tunggal Ika. Serta wisata alam, yaitu pemandian air merah dan juga jurung tiga. Tak kalah pentingnya juga ada kerajinan tangan dan juga makanan khas daerah.
Seperti diketahui, Desa Pasir Panjang merupakan desa adat yang terletak di Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Desa ini masih memegang adat istiadat suku Dayak dalam bersosialisasi pada kehidupan sehari-hari.
Berlokasi sangat dekat dengan Kota Pangkalan Bun ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat. Aksesibilitas jalan utama Desa Wisata yang sangat memadai dan fasilitas-fasilitas penunjang yang cukup lengkap.
Desa wisata Pasir Panjang sudah sejak dahulu menjadi daya tarik pengunjung wisatawan asing yang berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting, namun ingin mengetahui sisi lain daerah yang mereka kunjungi terutama bagi mereka yang memiliki minat pada ke-autentikan khas suku dayak dan budayanya. (adv)