

Foto: Kepala DKPP Barsel, Ida Safitri, SP, MM, didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Raden Nino (ist).
BUNTOK, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) telah menyalurkan bantuan sosial dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tahun 2026 berupa beras sebanyak 14.655 kilogram atau sekitar 14,6 ton kepada masyarakat di enam kecamatan.
Dari total persediaan sebanyak 20.000 kilogram beras yang disiapkan pemerintah daerah, hingga 31 Oktober 2026, sebanyak 14.655 kilogram telah direalisasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Kepala DKPP Barsel, Ida Safitri, SP, MM, didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Raden Nino, mengatakan hal tersebut saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026).
“Dari stok kita sebanyak 20.000 kilogram yang tersimpan di gudang Bulog, sampai dengan 31 Oktober sudah direalisasikan sebanyak 14.655 kilogram untuk disalurkan kepada masyarakat di enam kecamatan di Barsel,” jelas Ida.
Ia menerangkan, berdasarkan data per 2 November 2026, masih tersedia 5.345 kilogram beras sebagai cadangan pemerintah daerah. Persediaan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak, terutama apabila terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
Menurut Ida, keberadaan cadangan pangan daerah merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi situasi sulit, sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi warga yang membutuhkan.
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan agar tidak terjadi tumpang tindih penerima. Data penerima bantuan, lanjutnya, diperoleh melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan di wilayah Barsel.
“Kami berharap bantuan yang diberikan pemerintah daerah ini benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih, sesuai data yang kami peroleh dari perangkat desa maupun kecamatan,” ungkapnya.
Ida berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima, meskipun jumlah yang diberikan tidak terlalu besar.
“Semoga apa yang diberikan pemerintah daerah ini bermanfaat bagi masyarakat. Walaupun nilainya kecil, setidaknya ini menjadi bukti bahwa dalam situasi sulit sekalipun, pemerintah daerah selalu berupaya hadir untuk masyarakatnya,” pungkas Ida Safitri.(rif).