Ahmad Rizky Imbau Masyarakat Barsel Waspadai Hoaks dan Ujaran Kebencian

Foto: Anggota DPRD Barsel Ahmad Rizky,Spd

BUNTOK, KaltengEkspres.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Ahmad Rizky, S.Pd., mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi bohong atau hoaks yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah mengakses dan menyebarkan berbagai informasi melalui jaringan internet dan media sosial. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko penyebaran berita bohong hingga ujaran kebencian (hate speech).

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat harus lebih cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan ujaran kebencian dan berita bohong,” kata Ahmad Rizky kepada awak media, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, hoaks merupakan informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, bahkan sengaja dibuat dan disebarkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan tertentu.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terlebih jika tidak disertai sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang diterima. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya, jangan sampai kita justru terjebak dan dirugikan oleh informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Politisi PKB Barsel itu juga mengingatkan masyarakat untuk memahami konsekuensi hukum dalam penggunaan media sosial, termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan terkait informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Ia berharap, sebelum membagikan berita atau informasi kepada orang lain, masyarakat terlebih dahulu melakukan pengecekan dan penyaringan agar tidak memicu kesalahpahaman maupun perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Jangan sampai karena informasi yang belum tentu benar, hubungan antarsuku, umat beragama, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi renggang. Mari bersama-sama menjaga kerukunan, persatuan, dan kondusivitas di wilayah Barsel,” pungkasnya. (rif)

Berita Terkait
<