YBM PLN Dampingi UMKM Gula Aren Binaan Tingkatkan Kualitas Produk 

Tim YBM PLN Kalselteng saat melihat langsung proses dan hasil produksi Kelompok Usaha Cahaya Gula Aren di Desa Bawahan Pasar, Kabupaten Banjar, (Foto : PLN)

BANJARBARU, KaltengEkspres.com – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UP2D Kalselteng) terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan UMKM. Salah satunya dilakukan kepada Kelompok Usaha Cahaya Gula Aren di Desa Bawahan Pasar, Kabupaten Banjar, melalui kegiatan pendampingan pengembangan produk, Kamis (27/8).

Kegiatan tersebut menghadirkan Zuni Rahma Dewi, S.Pd. dari Pusat Studi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang memberikan pemahaman mengenai peningkatan mutu produk agar memiliki daya saing dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Materi yang disampaikan meliputi pengemasan, identitas produk, kualitas produk, hingga strategi pengembangan usaha.

“Produk yang bagus perlu didukung dengan kemasan dan identitas yang baik agar lebih mudah dikenal dan dipercaya konsumen. Ketika UMKM mulai memperhatikan kualitas produk, packaging, serta kebutuhan pasar, peluang untuk berkembang akan semakin terbuka,” jelas Zuni.

Ia menjelaskan, kualitas produk perlu diperhatikan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga cara produk ditampilkan kepada konsumen. Kemasan yang informatif dan menarik serta identitas produk yang kuat dapat menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan produk lokal kepada pasar.

“Pelaku usaha juga perlu mulai melihat produknya dari sudut pandang konsumen. Dengan memahami kebutuhan pasar, UMKM dapat menentukan pengembangan produk dan kemasan yang lebih tepat sehingga memiliki nilai tambah,” tambah Zuni.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program YBM PLN Kalselteng dalam memperkuat kapasitas UMKM binaan. Pengetahuan dan keterampilan yang diberikan diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan pengelolaan usaha sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan program YBM PLN tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian penerima manfaat secara berkelanjutan.

“Tujuan dari program YBM PLN bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana mustahik dapat berdaya dan mandiri secara ekonomi. Kami berharap melalui pendampingan yang berkelanjutan, mereka dapat meningkatkan taraf hidup hingga suatu saat mampu menjadi muzaki dan menunaikan kewajiban zakat, sehingga manfaatnya dapat terus mengalir kepada masyarakat lainnya.” tutup Iwan. (adv)

Berita Terkait
<